Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dokter Gia 'Tampar' Nakes soal Kisruh BPJS: Pasien Salah Satu Jalan Rezeki Kita

Dokter Gia 'Tampar' Nakes soal Kisruh BPJS: Pasien Salah Satu Jalan Rezeki Kita Kredit Foto: Instagram/giapratamamd
Warta Ekonomi, Jakarta -

Meninggalnya pasien BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan yang sebelumnya sempat mengeluhkan lamanya menunggu ruang perawatan memicu gelombang empati sekaligus perdebatan di media sosial.

Sebelum meninggal dunia, Yurizal sempat mengunggah keluhan di Threads karena harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

Di tengah sorotan terhadap sejumlah oknum tenaga kesehatan (nakes) yang justru melontarkan komentar bernada tidak empati kepada pasien tersebut, Dokter Gia Pratama menyampaikan pesan panjang yang mengajak para tenaga kesehatan kembali mengedepankan sisi kemanusiaan dalam menjalankan profesinya.

Melalui akun Threads miliknya, Dokter Gia mengingatkan bahwa jas putih maupun seragam rumah sakit bukan sekadar pakaian kerja, tetapi juga simbol profesionalisme yang seharusnya mampu meredam emosi pribadi.

Baca Juga: Pasien BPJS Kesehatan Dirundung Nakes, Ini Janji Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

“Teman-teman dokter, teman-teman nakes. Jas putih yang kita kenakan, seragam rumah sakit yang melekat di tubuh kita, sejatinya adalah pakaian penetral emosi,” tulisnya.

"Saat seragam itu dipakai, kita sedang mengingatkan diri sendiri bahwa segala lelah, kecewa, marah, dan segala tekanan yang kita rasakan, ada tanggung jawab besar untuk tetap bersikap profesional," lanjutnya.

Dokter Gia mengakui tenaga kesehatan memang menghadapi tekanan besar dalam bekerja. Namun menurutnya, menjadi pasien justru merupakan kondisi yang jauh lebih berat karena harus menghadapi rasa sakit, ketakutan, hingga ketidakpastian.

"Karena selelah-lelahnya menjadi tenaga kesehatan, percayalah, masih lebih melelahkan menjadi pasien. Sakit itu Tidak Enak. Badan terasa asing. Pikiran penuh ketakutan. Waktu berjalan lebih lambat. Bahkan bagi kita yang setiap hari bekerja di rumah sakit, sejujurnya menjadi pasien adalah salah satu hal yang paling kita takuti," ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa tenaga kesehatan memahami berbagai kendala di rumah sakit, mulai dari keterbatasan fasilitas, rumitnya sistem BPJS, hingga padatnya instalasi gawat darurat. Namun, menurutnya, pasien tidak memiliki pemahaman yang sama.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri