Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bisa jadi Masalah Internal Iran, Komunikasi Pezeshkian dan Mojtaba Khamenei Makin Sulit di Tengah Konflik

        Bisa jadi Masalah Internal Iran, Komunikasi Pezeshkian dan Mojtaba Khamenei Makin Sulit di Tengah Konflik Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menjadi semakin sulit dilakukan di tengah konflik militer yang sedang berlangsung.

        Kondisi tersebut memunculkan spekulasi mengenai hubungan di antara para pejabat tinggi Iran, terutama karena Mojtaba belum tampil di hadapan publik sejak menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

        Pezeshkian menyampaikan kondisi tersebut dalam wawancara yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Rabu (5/8/2026). Wawancara itu sekaligus menandai dua tahun masa jabatannya sebagai presiden.

        Menurut Pezeshkian, situasi yang berlangsung membuat komunikasi dengan pemimpin tertinggi Iran tidak mudah. Namun, ia membantah adanya keretakan hubungan di antara keduanya.

        "Sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya saat ini, namun bagaimanapun juga, keberadaannya merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami untuk terus melangkah," kata Pezeshkian dalam pernyataannya yang dilansir AFP.

        Pezeshkian mengatakan, dirinya tetap dapat melakukan pertemuan yang produktif dengan Mojtaba. Ia juga menyebut sang pemimpin tertinggi menyambut diskusi tersebut dengan baik dan menunjukkan logika yang masuk akal.

        Pernyataan itu disampaikan ketika kondisi kepemimpinan Iran menjadi sorotan. Mojtaba disebut mengalami luka parah di bagian kaki dan belum muncul di hadapan publik sejak mengambil alih posisi pemimpin tertinggi setelah ayahnya tewas akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

        Pezeshkian menilai situasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki niat buruk untuk membentuk persepsi berbeda mengenai sosok pemimpin tertinggi Iran.

        "Sayangnya, situasi saat ini memungkinkan pihak-pihak yang berniat buruk untuk menggambarkan sosoknya secara berbeda dan menampilkan citra yang keliru tentang dirinya," ujarnya.

        Selain persoalan komunikasi, Pezeshkian juga menghadapi tekanan domestik terkait arah politik Iran setelah gagalnya nota kesepahaman gencatan senjata 14 poin yang sebelumnya ditandatangani bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Juni 2026.

        Pezeshkian menegaskan Iran tidak bermaksud memperluas konflik. Namun, ia juga menyatakan negaranya akan tetap mempertahankan kedaulatan dan wilayah perbatasannya.

        "Konflik, baik di area sekitar, kota, negara, maupun antar negara, merupakan penyakit yang muncul," kata Pezeshkian sebagaimana dilansir Iran Internasional.

        "Kami akan mempertahankan perbatasan kami, namun kami tidak berniat memperluas perang ataupun melanjutkannya," tegasnya.

        Pezeshkian sekaligus membantah klaim sepihak Donald Trump mengenai adanya permintaan negosiasi ulang dari pihak Iran.

        Di tengah tekanan tersebut, Pezeshkian juga membantah rumor yang beredar dari lingkaran dalam ulama senior Mohammed-Bagher Kharrazi. Rumor itu menyebut Pezeshkian telah mengajukan surat pengunduran diri sebanyak 28 kali kepada kantor Pemimpin Tertinggi.

        Baca Juga: Roy Suryo Perlu Tahu, Seperti 'Surat Nikah' UGM Jelaskan Polemik Gelar Pembimbing Skripsi Jokowi

        Pezeshkian menegaskan dirinya tetap berada di posisinya dan akan terus berkoordinasi dengan pasukan militer Iran menghadapi situasi yang disebutnya sebagai salah satu periode tersulit sejak Revolusi Islam 1979.

        "Kami berkoordinasi sepenuhnya dengan pasukan militer. Saya tidak akan mundur, dan saya akan tetap teguh," kata Pezeshkian.

        Ia juga menyatakan akan menyampaikan keputusan tersebut secara terbuka apabila perkembangan politik pada akhirnya mendorongnya mengambil langkah besar.

        "Jika saya mundur, saya akan mengumumkannya secara resmi," imbuhnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: