Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Masih Bertahan Hadapi Serangan Militer AS, Iran Mulai Digoyang Isu Internal

Masih Bertahan Hadapi Serangan Militer AS, Iran Mulai Digoyang Isu Internal Kredit Foto: AFP
Warta Ekonomi, Jakarta -

Konflik militer yang berlangsung membuat Iran tidak hanya menghadapi tekanan di medan perang, tetapi juga persoalan stabilitas di dalam negeri. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan dirinya tetap bertahan di tengah munculnya rumor mengenai pengunduran diri, sementara Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memperingatkan adanya upaya pihak asing untuk memicu perpecahan di dalam negeri.

Pezeshkian dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran pada Rabu (5/8/2026) mengatakan situasi saat ini membutuhkan koordinasi erat antara pemerintah dan militer. Ia menegaskan tidak akan meninggalkan jabatannya di tengah kondisi yang disebut sebagai salah satu situasi tersulit Iran sejak Revolusi Islam 1979.

"Kami berkoordinasi sepenuhnya dengan pasukan militer. Saya tidak akan mundur, dan saya akan tetap teguh," kata Pezeshkian.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bantahan terhadap rumor yang menyebut dirinya telah berulang kali mengajukan surat pengunduran diri kepada kantor Pemimpin Tertinggi.

Rumor tersebut dikaitkan dengan lingkaran dalam ulama senior Mohammed-Bagher Kharrazi yang menyebut Pezeshkian telah mengirimkan surat pengunduran diri sebanyak 28 kali. Namun, Pezeshkian menepis kabar tersebut.

Ia juga menyatakan akan bersikap terbuka apabila pada akhirnya mengambil keputusan besar terkait posisinya.

"Jika saya mundur, saya akan mengumumkannya secara resmi," ujarnya.

Persoalan stabilitas internal Iran juga menjadi perhatian Mojtaba Khamenei. Dalam pidatonya di Teheran pada Jumat (5/6/2026), ia menuding Amerika Serikat dan Israel mengubah strategi setelah dinilai gagal memenangkan pertempuran militer secara terbuka.

Menurut Mojtaba, fokus pihak asing kini bergeser pada upaya mendorong perpecahan di dalam negeri Iran.

"Kini mereka mencoba menghasut rakyat demi memicu perpecahan di Teheran setelah kegagalan total di medan tempur," ujarnya, sebagaimana dilaporkan Tribunnews.

Mojtaba mengingatkan masyarakat dan jajaran parlemen Iran agar tetap waspada terhadap apa yang disebutnya sebagai provokasi dari pihak asing.

Isu tersebut menjadi semakin sensitif karena komunikasi antara Mojtaba dan Pezeshkian juga disebut tidak mudah dilakukan dalam kondisi konflik. Pezeshkian mengatakan sulit berkomunikasi dengan pemimpin tertinggi Iran saat ini, tetapi membantah bahwa kondisi tersebut mencerminkan keretakan hubungan di antara keduanya.

Menurut Pezeshkian, pertemuan dengan Mojtaba tetap dapat berlangsung secara produktif. Ia bahkan menyebut keberadaan pemimpin tertinggi tersebut tetap menjadi sumber kekuatan bagi pemerintah Iran.

Pezeshkian juga menekankan pentingnya membangun kondisi sosial yang sehat agar tekanan dari luar tidak berkembang menjadi persoalan internal.

"Di tengah situasi ini, kita harus berupaya membangun masyarakat yang sehat, agar musuh tidak tergoda untuk menyusup, merusak tatanan sosial kita, dan menghancurkannya," katanya.

Di sisi lain, pemerintah Iran tetap menghadapi tekanan terkait arah konflik dan hubungan dengan Amerika Serikat. Pezeshkian menolak klaim bahwa Iran meminta negosiasi ulang dan menegaskan negaranya tidak bermaksud memperluas perang.

Baca Juga: Masoud Pezeshkian: Iran Hadapi Perang Skala Penuh Melawan Amerika Serikat

Namun, ia tetap menyatakan Iran akan mempertahankan perbatasannya.

"Kami akan mempertahankan perbatasan kami, namun kami tidak berniat memperluas perang ataupun melanjutkannya," tegasnya.

Dengan demikian, persoalan internal Iran saat ini tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarpemimpin, tetapi juga bagaimana pemerintah menjaga stabilitas politik dan sosial ketika konflik militer masih berlangsung. Pernyataan Pezeshkian dan Mojtaba sama-sama menunjukkan perhatian terhadap potensi tekanan terhadap pemerintahan dari dalam negeri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: