- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Proyek Tanamalia Vale Masuki Tahap Penting, Cadangan Nikel Disebut Menjanjikan
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Direktur Utama PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Bernardus Irmanto, buka suara mengenai perkembangan proyek Tanamalia di Blok Sorowako, Sulawesi Selatan.
Proyek ini mencakup tiga sub-blok , yakni Leoha, Lemo-Lemo, dan Lingkona dengan total luas area mencapai 13.556,8 hektare.
Tanamalia merupakan proyek strategis anyar Vale yang berjalan berdasarkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) serta Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) Nomor 885 Tahun 2025 untuk kegiatan eksplorasi di kawasan hutan.
Proyek ini menjadi salah satu fokus ekspansi Vale, di samping sejumlah proyek strategis lain yang juga terus dikembangkan, seperti Pomalaa, Morowali, dan Sorowako.
Bernardus Irmanto yang akrab disapa Anto mengatakan, pengembangan Tanamalia saat ini masih berada pada fase Front End Loading (FEL) 2, yakni tahapan penting sebelum perusahaan mengambil keputusan investasi.
Menurut dia, hasil eksplorasi hingga tahap FEL 2 menunjukkan prospek yang cukup baik.
"Waduh, saya enggak ingat angka detailnya lah ya. Yang jelas, cadangannya pasti bagus lah," ujar Anto dalam peluncuran buku karya Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jumat (7/8/2026).
Setelah FEL 2 rampung, proyek Tanamalia akan memasuki tahap FEL 3 yang menjadi fase persiapan menuju eksekusi pembangunan.
"Jadi kita fokus dulu untuk bisa mengeksplorasi, untuk menjustifikasi pengembangan tambang," jelasnya.
Mengutip situs resmi perusahaan, apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, konstruksi proyek diperkirakan dimulai pada 2027/2028. Sementara kegiatan penambangan paling cepat dapat dilakukan pada 2030.
Ke depan, Tanamalia dirancang sebagai proyek pengolahan nikel terintegrasi. Vale juga akan mengembangkan pengolahan bijih nikel limonit dari kawasan tersebut menggunakan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL).
Namun, pengembangan proyek ini juga menghadapi tantangan dari sisi lingkungan dan sosial.
Tanamalia berada di wilayah yang mencakup kawasan hutan lindung dan hutan produksi terbatas. Kondisi tersebut membuat aspek perlindungan lingkungan dan dampak sosial menjadi perhatian dalam setiap tahapan pengembangan proyek.
Ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Anto menegaskan bahwa Vale akan tetap mematuhi seluruh aturan yang berlaku, termasuk menyelesaikan berbagai persoalan dengan pendekatan yang humanis.
"Ya kita gini, intinya kita harus tetap patuh hukum. Kemudian kita menyadari ada masyarakat di sana, sebisa mungkin kita upayakan penyelesaiannya adalah penyelesaian yang humanis," jelasnya.
Di sisi lain, Direktur sekaligus Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, juga mengakui adanya tantangan besar terkait aspek keberlanjutan dalam pengembangan proyek tersebut.
"Bolak-balik saya diingatkan, 'Pak, tolong diperhatikan sustainability-nya, tolong diperhatikan sosialnya.' Challenging, yes. But kita bisa melewati itu nanti," tegas Budi dalam gelaran Mining Nation Revolution yang diselenggarakan HIPMI di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Budi menjelaskan, Tanamalia bakal menjadi bagian dari mesin pertumbuhan perusahaan ke depan.
Baca Juga: Vale Disebut Bakal Gandeng Mitra Eropa Garap Proyek Tanamalia
Baca Juga: Tanggapi Wacana Relaksasi Kuota RKAB, Ini Kata Bos Vale Indonesia
"Ini (Tanamalia) future dan sedang mulai dirintis. Itu kerja sama di Blok Tanamalia," terang Budi.
Ia mengatakan, apabila proyek-proyek strategis Vale berjalan sesuai rencana, total nilai investasi perusahaan akan meningkat menjadi sekitar US$11,5 miliar.
Dalam kesempatan itu Budi jugamembocorkan bahwa salah satu calon mitra kuat dalam pengembangan HPAL di proyek ini berasal dari Eropa dengan rekam jejak panjang di industri manufaktur kendaraan listrik.
"Ini sangat istimewa karena partner kita salah satunya adalah well-known vehicle manufacturers from Europe dan memiliki standar-standar tata kelola dan ESG yang sangat baik," tutup Budi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: