Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PSI Ramai Dikenal, Tapi Tak Dipercaya Rakyat

        PSI Ramai Dikenal, Tapi Tak Dipercaya Rakyat Kredit Foto: PSI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pegiat media sosial Mazdjo Pray menilai penolakan rakyat terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukan disebabkan kurangnya promosi. Menurutnya, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sudah melakukan safari politik ke berbagai daerah, sehingga faktor promosi bukan masalah utama.

        Mazdjo menyoroti hasil survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) yang menunjukkan 70,2% masyarakat sudah mengenal PSI, namun hanya 1,9% yang memilihnya.

        Hal ini, kata Mazdjo, terjadi karena rakyat belum percaya pada PSI maupun Jokowi meskipun sudah melihat rekam jejaknya.

        "Tapi cuman PSI dan juga Jokowi ya. Enggak dipercaya atau belum dipercaya, karena karena kurang apa kan gitu. Kalau orang lihat Jokowi kan sudah pernah lihat cara dia memutuskan masalah, sudah lihat jejak dia cara mengatur negara, sudah lihat bagaimana perlakuan dia terhadap anak-anaknya, keistimewaan dan lain-lain," ujarnya dalam kanal YouTube YouthTV Indonesia, dikutip (10/8)

        "Sudah orang sudah lihat bagaimana cara Jokowi memperlakukan sahabat-sahabatnya, senior-senior, orang yang membantu dia itu. Orang sudah tahu itu semua," imbuhnya.

        Mazdjo menekankan bahwa untuk mengonversi tingkat keterkenalan PSI menjadi tingkat keterpilihan, faktor utama yang dibutuhkan adalah trust atau kepercayaan.

        Baca Juga: Jokowi Capek-capek Safari Politik, Elektabilitas PSI Ternyata Segitu-segitu Saja

        Berdasarkan survei IPO periode 27 Juli–3 Agustus 2026, tingkat pengenalan PSI mencapai 70,2%. Artinya, mayoritas masyarakat Indonesia sudah familiar dengan PSI, minimal tahu nama partai atau pernah melihat logonya di ruang publik, baliho, maupun media sosial.

        Namun tingkat keterpilihan hanya 1,9%, menunjukkan dari total masyarakat yang mengenal PSI, hanya sebagian kecil yang bersedia memilihnya dalam simulasi DPR RI.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: