Anies Kritik Hukum Ditabrak Seenak Penguasa, 'Dia Sekarang Nyambi Jadi Chef? Kok Hobinya Memasak'
Kredit Foto: Unsplash/Tingey Injury Law Firm
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti persoalan penegakan hukum di Indonesia. Anies mengatakan banyak orang kini tidak lagi yakin bahwa mekanisme hukum formal dapat memberikan hasil yang dapat diprediksi.
Menurut dia, perbedaan antara kelompok yang memiliki kekuasaan dan masyarakat biasa hanya terletak pada cara mereka menghadapi persoalan.
"Bedanya cuma pada pintu keluarnya," tulis Anies di akun media sosialnya.
Menurut Anies, orang yang memiliki sumber daya dapat mencari berbagai jalan keluar, mulai dari mendekati lingkar kekuasaan hingga memindahkan urusannya ke luar negeri.
Sementara masyarakat yang tidak memiliki akses dan sumber daya cenderung menyelesaikan persoalan sendiri atau memilih diam.
Anies kemudian menyoroti perbedaan cara negara memberikan label terhadap tindakan masyarakat dan tindakan penguasa.
"Warga yang melanggar aturan kita sebut kriminal. Pengusaha yang memindahkan usahanya kita sebut tidak cinta negara. Namun, penguasa yang melanggar aturan buatannya sendiri kita sebut sebagai kebijakan baru," ujarnya.
Anies juga mengaitkan persoalan kepastian hukum dengan munculnya aksi main hakim sendiri di tengah masyarakat.
Dia menilai tindakan tersebut tidak selalu muncul semata-mata karena masyarakat ingin menentang hukum. Menurut Anies, sebagian masyarakat justru meniru bagaimana negara memperlakukan aturan yang dibuatnya sendiri.
"Warga yang main hakim sendiri di jalanan bukan sedang menantang hukum, tapi sedang meniru. Mereka meniru cara republik ini memperlakukan aturannya sendiri," kata Anies.
Dia mencontohkan aturan yang dapat diubah ketika dianggap mengganggu kepentingan tertentu, ditunda ketika merepotkan pemerintah, atau dilangkahi ketika berkaitan dengan kepentingan mempertahankan kekuasaan.
"Boleh diubah kalau mengganggu kepentingan segelintir. Ditunda kalau merepotkan pengelola negara. Dilangkahi kalau tujuannya melanggengkan kuasa," ujarnya.
Menurut Anies, masyarakat tidak hanya belajar dari pidato atau pernyataan pejabat. Masyarakat juga mengamati keputusan dan tindakan negara yang mereka saksikan setiap hari.
"Rakyat tidak belajar dari pidato yang menggelegar. Rakyat belajar dari keputusan-keputusan negara yang dipertontonkan tiap hari," kata Anies.
Menanggapi postingan itu, banyak netizen mendukung dan memberikan komentar yang beragam. Salah satunya dari akun Reftif @reftif_
"Dia sekarang apakah juga nyambi sebagai chef? kok sering bgt memasak," tulisnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: