Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ganjar Pranowo: Tentara-Polisi Nanam Padi dan Jagung itu Enggak Perlu, yang Butuh Lapangan Kerja Banyak

        Ganjar Pranowo: Tentara-Polisi Nanam Padi dan Jagung itu Enggak Perlu, yang Butuh Lapangan Kerja Banyak Kredit Foto: Antara/Jessica Wuysang
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mendorong agar TNI dan Polri kembali fokus menjalankan fungsi utama masing-masing, yakni pertahanan dan keamanan.

        Menurut Ganjar, personel TNI dan Polri tidak perlu terlibat dalam kegiatan di luar tugas pokok seperti mengelola sektor pertanian.

        Ganjar mengatakan gagasan tersebut sebenarnya telah muncul sejak era Reformasi, termasuk dari kalangan pemikir militer ketika TNI dan Polri masih berada dalam satu institusi ABRI.

        "Reformasi saat itu sudah mendorong, bahkan dalam tubuh ABRI saat itu sebelum dipisah TNI-Polri. Para pemikir-pemikirnya tentara. Dan dia sudah mengatakan apa yang disebut ‘kembalilah ke barak’. Untuk apa? Bergeraklah dalam bidangnya. Apa itu? Pertahanan. Polisi, keamanan,” kata Ganjar dalam sesi diskusi di Yogyakarta.

        Menurut dia, pembagian fungsi yang jelas antara TNI, Polri, dan masyarakat sipil penting dilakukan agar setiap kelompok dapat menjalankan perannya secara optimal.

        "Dua-duanya nggak perlu tanam padi, tanam jagung, nggak perlu,” ujarnya.

        Ganjar kemudian menyoroti persoalan pengangguran dan kebutuhan lapangan kerja yang masih menjadi tantangan.

        Dia mengatakan banyak masyarakat membutuhkan pekerjaan, sementara sejumlah sektor masih membutuhkan tenaga untuk dikembangkan.

        "Berapa sarjana nganggur hari ini? Kompas sudah memuat 1 juta lulusan sarjana nganggur, sekarang lapangan kerja dibutuhkan oleh banyak orang,” katanya.

        Menurut Ganjar, pemerintah perlu mendorong penciptaan lapangan kerja, salah satunya melalui sektor pangan dan pertanian. Dia menilai masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan dapat dilibatkan dalam program pertanian berbasis padat karya.

        "Kita ingin maju pada persoalan, sebutlah satu, pangan. Maaf, dengan segala hormat, TNI kembalikan pada konsentrasi fungsi ketentaraan, polisi pada fungsi keamanan,” ujarnya.

        “Yang nganggur, belum kerja, kenapa tidak disuruh mengelola pertanian dengan padat karya?” lanjut Ganjar.

        Dia menilai pelibatan masyarakat sipil dalam sektor produktif dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi pengangguran sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: