Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jangan Sekali-kali Bikin Dedi Mulyadi Tak Nyaman di Gerindra, Bisa Berbalik Jadi Lawan Prabowo di Pilpres 2029

        Jangan Sekali-kali Bikin Dedi Mulyadi Tak Nyaman di Gerindra, Bisa Berbalik Jadi Lawan Prabowo di Pilpres 2029 Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas meminta Partai Gerindra merespons positif hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menempatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di atas Presiden Prabowo Subianto dalam simulasi calon presiden.

        Menurut Fernando, hasil survei tersebut justru menjadi keuntungan bagi Gerindra karena menempatkan dua kader partai tersebut di posisi pertama dan kedua dalam bursa calon presiden.

        Karena itu, Gerindra dinilai tidak perlu mengambil sikap yang berpotensi membuat Dedi Mulyadi merasa terasing atau tidak nyaman.

        "Kalau ada perilaku dari elit Partai Gerindra yang membuat Dedi Mulyadi merasa tidak nyaman, maka sangat mungkin akan memilih bergabung dengan partai lain dan menjadi lawan Prabowo pada pilpres 2029," kata Fernando Emas kepada Warta Ekonom.

        Fernando mengingatkan, sikap yang salah dari elite Gerindra justru dapat mendorong peningkatan elektabilitas Dedi.

        Sebaliknya, posisi Dedi sebagai salah satu kader dengan tingkat elektabilitas tinggi dapat menjadi modal politik bagi Gerindra menghadapi kontestasi Pilpres 2029.

        Ia menilai Gerindra seharusnya melihat hasil survei tersebut sebagai peluang untuk memperkuat posisi partai, bukan sebagai ancaman terhadap Prabowo.

        "Kalau elektabilitas Dedi Mulyadi akan terus meningkatkan, maka akan sangat mungkin dilamar oleh partai lain untuk diusung menjadi capres atau cawapres 2026," ujar Fernando.

        Elektabilitas Dedi Mulyadi 35 Persen, Prabowo 14,5 Persen

        Sebelumnya, hasil survei SMRC yang dirilis pada 29 Juli menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto mengalami penurunan. Dalam simulasi semi terbuka yang melibatkan 20 nama calon presiden, Prabowo bahkan berada di bawah Dedi Mulyadi.

        Dedi Mulyadi memperoleh elektabilitas 35 persen, sedangkan Prabowo Subianto berada di angka 14,5 persen.

        Dalam survei tersebut, Anies Baswedan menempati posisi ketiga dengan elektabilitas 8,2 persen. Selanjutnya Gibran Rakabuming Raka memperoleh 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, dan Mahfud MD 4 persen.

        Sementara itu, sekitar 12,8 persen responden belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban.

        Hasil survei tersebut menjadi sorotan karena Dedi Mulyadi dan Prabowo sama-sama diketahui memiliki keterkaitan dengan Partai Gerindra. Fernando menilai kondisi tersebut semestinya dimanfaatkan Gerindra untuk menjaga soliditas internal sekaligus mempertahankan dua figur dengan elektabilitas tinggi tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: