Kredit Foto: Ist
Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus turun ke Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026), dalam aksi bertajuk Merebut Kemerdekaan. Massa kompak mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol perlawanan.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan (Athof), menegaskan demonstrasi ini adalah bentuk tanggung jawab moral atas penindasan yang semakin nyata. Ia menuding kekuasaan eksekutif dan legislatif berkolaborasi melahirkan kebijakan yang merugikan rakyat kecil.
"Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, slogan 'Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur' hanya omong kosong belaka," tegas Athof, dikutip Rabu (19/8).
Ia juga menyinggung penangkapan sewenang-wenang terhadap pemuda, represi terhadap media, serta krisis keadilan hukum. Menurutnya, janji negara atas pendidikan dan kesehatan gratis berkeadilan kini tinggal retorika.
"Amanat konstitusi mengenai pendidikan dan kesehatan gratis berkeadilan sekarang hanyalah omong kosong belaka," ujarnya.
Selain itu, BEM UI menyoroti sulitnya lapangan kerja berkualitas yang mengancam masa depan generasi muda.
Dalam aksi di Bundaran HI, BEM UI membawa delapan tuntutan besar, di antaranya:
1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri
2. Menghentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)
Baca Juga: Fathimah BEM UI Bentrok dengan Kapolres Jakpus, Mobil Komando Dipaksa Putar Balik!
3. Mewujudkan reforma agraria sejati 4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM 5. Mengevaluasi total PSN serta menghentikan MBG dan KDMP
6. Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah
7. Menetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana
8. Menghentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: