Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ada Korban Gempa NTT Tak Makan Berhari-hari, Purbaya: Kayaknya...

        Ada Korban Gempa NTT Tak Makan Berhari-hari, Purbaya: Kayaknya... Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kabar warga terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang disebut belum menerima makanan selama berhari-hari membuat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti serius koordinasi penanganan bencana.

        Salah satu wilayah yang dilaporkan belum tersentuh bantuan adalah Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

        Purbaya mendapat laporan bahwa warga di wilayah tersebut bahkan belum memperoleh makanan selama empat hari. Kondisi itu kemudian membuatnya mempertanyakan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan bantuan segera sampai ke lokasi terdampak.

        "Kayaknya seperti nggak ada koordinasi antara daerah sama pusat untuk penanggulangan bencananya. Karena ketika saya tanya di BPBD, banyak enggak tahunya," ujar dia dalam keterangannya saat berkunjung ksFlores, NTT pada Rabu (18/8/2027).

        Baca Juga: Mahfud MD: Zaman Orde Baru yang Katanya Penuh KKN Jauh Loh Lebih Bagus dari Sekarang

        Menurut Purbaya, informasi mengenai wilayah yang belum mendapatkan bantuan harus segera diteruskan kepada pihak yang memiliki kewenangan agar tidak semakin banyak warga yang luput dari penanganan. Ia sendiri memastikan Kementerian Keuangan telah menyiapkan dukungan anggaran untuk kebutuhan penanggulangan bencana.

        "Kita akan minta BNPB untuk melihat daerah itu. Yang jelas dari Kementerian Keuangan, kami nyiapin dana yang cukup sehingga BNPB kinerjanya tidak terganggu," kata Purbaya.

        Ia juga meminta pemerintah daerah memanfaatkan jaringan yang tersedia untuk mempercepat distribusi bantuan ke masyarakat. Laporan mengenai Kelurahan Pota akan disampaikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar segera ditindaklanjuti.

        Baca Juga: Indonesia Sudah Maju? Mahfud MD: Anda Dusta Jika Bilang Indonesia Baik-baik Saja

        "Nanti kita akan informasikan tadi, informasi yang Anda kasih ke BNPB untuk lebih cepat melihat daerah tersebut sehingga semuanya bisa tertangani dengan baik," ucapnya.

        Purbaya memastikan persoalan anggaran seharusnya tidak menjadi hambatan dalam penanganan bencana. Ia menyebut BNPB masih memiliki anggaran beberapa ratus miliar rupiah yang dapat digunakan, sementara Kementerian Keuangan siap memberikan tambahan apabila kebutuhan di lapangan meningkat.

        "Cukup. BNPB masih punya beberapa ratus miliar, tapi nanti kalau baru ngajuin ke kami dua hari yang lalu, kemarin malam, dua hari yang lalu, ya. Kami acc dengan cepat dan nanti kalau butuh tambahan, ya kita tambah," sebut Purbaya.

        Penanganan bencana, kata Purbaya, juga menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam penyusunan anggaran. Setiap tahun, pemerintah menyediakan sekitar Rp5 triliun untuk kebutuhan penanganan bencana di berbagai wilayah.

        "Sekarang kan di sini sebagian sudah kebagian, sebagian dipakai. Masih ada beberapa ratus miliar yang tersisa. Yang jelas, kita akan isi lagi sesuai dengan kebutuhan," jelas Purbaya.

        Besarnya kebutuhan penanganan terlihat dari dampak gempa yang tercatat hingga kini. Data terbaru BNPB mencatat sebanyak 71 orang meninggal dunia yang tersebar di sejumlah kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, dan Manggarai Barat.

        Selain korban meninggal, sekitar 34.000 warga juga harus mengungsi akibat rumah mereka mengalami kerusakan. Ratusan warga lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: