Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Siapkan Target Baru Jika Trump Serang Lagi, Aset Militer AS di Eropa Jadi Sasaran Berikutnya

Iran Siapkan Target Baru Jika Trump Serang Lagi, Aset Militer AS di Eropa Jadi Sasaran Berikutnya Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan perluasan target serangan terhadap aset militer Amerika Serikat. Target tersebut tidak hanya berada di Timur Tengah, tetapi juga dapat mencakup fasilitas militer AS di kawasan Eropa.

Informasi tersebut disampaikan sejumlah sumber internal Iran kepada Financial Times. Laporan itu menyebut opsi tersebut dapat ditempuh jika Presiden AS Donald Trump memutuskan kembali meningkatkan eskalasi konflik.

Menurut dua sumber tersebut, sejumlah target militer AS di Eropa bagian tenggara telah masuk dalam pertimbangan Iran. Bulgaria menjadi salah satu lokasi yang disebut karena baru-baru ini mengizinkan pesawat militer AS melakukan pengisian bahan bakar di Pangkalan Udara Bezmer.

Siprus juga disebut sebagai salah satu target potensial. Negara tersebut menjadi lokasi pangkalan udara Inggris yang sebelumnya diserang drone pada Maret lalu.

Selain fasilitas militer, jaringan kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz juga disebut masuk dalam pertimbangan. Infrastruktur tersebut dapat menjadi target jika AS melancarkan serangan terbaru terhadap Iran.

Ketegangan Iran dan AS meningkat setelah batas waktu 60 hari untuk berunding berakhir. Tenggat tersebut merupakan bagian dari nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pada Juni lalu.

Negosiasi tersebut belum menghasilkan kemajuan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur strategis itu masih diblokade selama konflik berlangsung.

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei juga disebut memperkuat posisi kelompok garis keras. Pekan lalu, dia menunjuk sejumlah tokoh garis keras untuk mengisi posisi penting di sektor keamanan dan militer.

Sementara itu, Trump pada Selasa (18/8) mengatakan tidak ada komunikasi atau pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran. Kondisi tersebut semakin memperbesar kekhawatiran konflik kembali meningkat.

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC sebelumnya telah memberikan peringatan keras. Jika perang berskala penuh kembali terjadi, Iran disebut akan memperluas target serangan melampaui aset strategis AS di Timur Tengah.

Iran bahkan disebut mulai mempertimbangkan lokasi yang lebih jauh. Washington sebelumnya menuduh Teheran meluncurkan rudal ke arah Pangkalan Diego Garcia milik AS dan Inggris di Samudra Hindia.

Namun, tidak ada rudal Iran yang dilaporkan berhasil mencapai pangkalan tersebut. Jarak Diego Garcia dari Iran mencapai lebih dari 4.000 kilometer.

Turki juga melaporkan sistem pertahanan udara NATO mencegat sejumlah rudal balistik Iran pada Maret lalu. Pada periode yang sama, pangkalan Inggris di Siprus dilaporkan menjadi sasaran serangan drone.

Baca Juga: Iran Murka, Negara Teluk Diperingatkan Tak Boleh Bantu Militer AS

Kemampuan Iran menyerang target jauh kembali menjadi perhatian setelah serangan terhadap pangkalan udara AS di Yordania. Serangan udara tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya tiga tentara Amerika.

Serangan itu disebut menjadi salah satu serangan jarak jauh paling akurat yang pernah dilancarkan Iran. Perkembangan tersebut menunjukkan kemampuan Teheran dalam menjangkau target militer yang berada jauh dari wilayahnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy