Iran Tak Mau Gencatan Senjata dengan AS, Syarat Ini yang Mereka Inginkan
Kredit Foto: Istimewa
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya tidak akan menerima kesepakatan gencatan senjata. Teheran justru menginginkan perang dihentikan sepenuhnya.
Araghchi menyebut tuntutan tersebut telah disampaikan kepada para mediator. Komunikasi dengan pihak mediator juga disebut masih terus berlangsung.
Pernyataan tersebut muncul ketika hubungan Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Kedua negara sebelumnya membatalkan nota kesepahaman atau MoU perdamaian yang ditandatangani pada Juni lalu.
Tenggat waktu dalam MoU tersebut kemudian berakhir tanpa kesepakatan baru. Kondisi itu membuat peluang tercapainya gencatan senjata kembali semakin sulit.
Presiden AS Donald Trump merespons situasi tersebut dengan mengumumkan operasi ekonomi baru terhadap Iran. Trump menyebut langkah tersebut akan menjadi tekanan ekonomi dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Ini akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," tulis Trump di Truth Social.
Trump juga memperingatkan negara-negara yang memberikan bantuan kepada Iran. Menurutnya, negara yang membantu Teheran akan menghadapi konsekuensi berat.
Baca Juga: Iran Siapkan Target Baru Jika Trump Serang Lagi, Aset Militer AS di Eropa Jadi Sasaran Berikutnya
"Orang-orang gila ini sedang terdesak hebat, dan langkah-langkah bersejarah ini akan melumpuhkan mereka serta kemampuan mereka dalam menyebarkan teror ke seluruh dunia," tukasnya.
Sikap Iran menunjukkan Teheran tidak ingin sekadar menghentikan pertempuran untuk sementara waktu. Pemerintah Iran kini menuntut penghentian perang secara penuh di tengah tekanan ekonomi dan militer dari Amerika Serikat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: