Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Danantara Dorong Motor Listrik Nasional Tak Sekadar Rakit di Indonesia

        Danantara Dorong Motor Listrik Nasional Tak Sekadar Rakit di Indonesia Kredit Foto: Antara/Hana Dewi Kinarina
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menginginkan pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas) memiliki fondasi industri yang kuat di dalam negeri. Artinya, motor listrik yang nantinya diproduksi tidak sekadar dirakit atau dikemas ulang, tetapi memiliki kemampuan manufaktur dan teknologi yang benar-benar berasal dari Indonesia.

        Managing Director Industrialisasi BPI Danantara Ardy Muawin mengatakan pengembangan Molinas harus mencakup berbagai tahapan, mulai dari desain, produksi hingga riset dan pengembangan atau research and development (R&D).

        Menurutnya, keberadaan fasilitas produksi di dalam negeri menjadi bagian penting agar kandungan lokal kendaraan dapat terus ditingkatkan.

        "Danantara berharap ada motor listrik yang dibangun di Indonesia. Tentunya yang kedua, kita berharap sudah punya production facility juga. Jadi memang benar-benar dibangun di Indonesia supaya TKDN-nya dapat," ujar Ardy dalam BIG Industrial Insights 2026 bertema Navigating The Challenges of The Motorcycle Industry, Kamis (20/8/2026).

        Nikel Jadi Modal Indonesia

        Dalam membangun industri motor listrik, Danantara juga melihat ketersediaan bahan baku baterai sebagai salah satu keunggulan Indonesia.

        Ardy membandingkan strategi Indonesia dengan China yang banyak mengembangkan baterai berbasis lithium iron phosphate (LFP). Menurutnya, pilihan tersebut berkaitan dengan keterbatasan China dalam hal pasokan nikel sehingga pemerintahnya memberikan dukungan untuk mendorong skala produksi baterai LFP dan menekan harga.

        Indonesia memiliki kondisi yang berbeda karena mempunyai cadangan nikel yang besar. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk membangun rantai pasok baterai dan kendaraan listrik yang lebih terintegrasi di dalam negeri.

        "China itu kenapa push LFP dengan lithium ferro? Karena dia tidak punya nikel. Jadi negaranya hadir dengan memberikan insentif LFP, sehingga economic scale-nya bagus, harga bisa turun. Nah, Indonesia kan punya nikel, dibalik," jelas Ardy.

        Karena itu, konsep Molinas menurut Danantara tidak berhenti pada produk motor listriknya saja. Pengembangannya diarahkan menjadi ekosistem industri yang memanfaatkan sumber daya dan kemampuan produksi nasional.

        Ekosistem Dibangun dari Hulu ke Hilir

        Danantara menyiapkan ekosistem Molinas dengan melibatkan sejumlah perusahaan dan sektor usaha. PT LEN Industri (Persero), sebagai bagian dari ekosistem Danantara, disebut berkolaborasi dengan mitra yang telah memiliki pengalaman produksi sekaligus kekayaan intelektual lokal, termasuk Gesits dan Alva.

        Investasi juga diarahkan ke berbagai bagian rantai industri, bukan hanya kepada produsen motor listrik.

        Di sektor baterai, Danantara memiliki keterlibatan melalui PT Industri Baterai Indonesia (IBC). Sementara itu, penguatan kapasitas manufaktur kendaraan dilakukan bersama PT Pindad (Persero).

        Untuk mendukung kebutuhan pengisian daya, ekosistem tersebut juga mencakup pembangunan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bersama PT Pertamina (Persero).

        Baca Juga: Danantara Bakal Jajakan Rumah BUMN Murah untuk Gen Z

        Baca Juga: Danantara Bidik Gen Z Punya Rumah, DP Cuma 1 Persen dan Tenor 30 Tahun

        Baca Juga: Danantara Gandeng Gojek dan Grab untuk Dorong Ekosistem Motor Listrik

        Sisi pembiayaan pun menjadi perhatian. Danantara melibatkan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menyiapkan skema pembiayaan yang diharapkan dapat membuat harga motor listrik lebih mudah dijangkau masyarakat.

        Ardy mengatakan pendekatan tersebut mencerminkan konsep kolaborasi lintas sektor atau “Indonesia Inc”, dengan BUMN, perusahaan swasta, dan lembaga keuangan saling mendukung dalam membangun industri kendaraan listrik nasional.

        "Jadi ekosistem itu harus saling support dengan harapan ke depannya kita bisa lebih maju. Jadi bukan hanya motor saja, nanti yang lain-lainnya juga ekosistem itu yang akan dikembangkan," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: