Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Airlangga Sebut Data Desil Bisa Petakan Kebutuhan BBM Tiap Segmen Masyarakat

        Airlangga Sebut Data Desil Bisa Petakan Kebutuhan BBM Tiap Segmen Masyarakat Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah tengah mengkaji penggunaan data desil sebagai salah satu dasar untuk menghitung kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) berdasarkan kelompok masyarakat.

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan data desil dapat digunakan untuk melihat kebutuhan masing-masing segmen masyarakat. Namun, pemerintah masih menunggu proses pemutakhiran data yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

        “Kalau misalnya desil itu dijadikan angka untuk menghitung berapa sebetulnya kebutuhan terhadap masing-masing segmen dari masyarakat tersebut,” ujar Menko, Jumat, (21/08/2026).

        Menurutnya, klasifikasi desil masyarakat tetap berada pada rentang 1 hingga 10. Ia menegaskan tidak ada desil di atas 10 karena sistem tersebut merepresentasikan pembagian masyarakat berdasarkan persentase.

        “Desil itu selalu sampai 10. Sama seperti 0-100 persen. Kira-kira nggak mungkin 0-120 persen,” katanya.

        Terkait pengkajian data tersebut, Airlangga menyebut BPS saat ini tengah melakukan sensus ekonomi. Karena itu, pemerintah akan menunggu hasil sensus tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

        “Kita tunggu saja sensus ekonominya,” singkatnya. 

        Sebelumnya Airlangga mengatakan penetapan desil saat ini menggunakan data dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional  (DTSEN) sebagai salah satu dasar utama. Langkah ini dilakukan agar kebijakan pemerintah lebih sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat.

        Baca Juga: Ekonom UGM: Desil 9 dan 10 Tak Selalu Cerminkan itu Orang Kaya

        Baca Juga: Purbaya Ungkap Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 10, Berlaku Beberapa Bulan Lagi

        “Sekarang kebijakan untuk ekonomi itu menggunakan satu data dari DTSEN,” kata Airlangga usai konferensi pers Indonesia-Germany Economic Partnership, Kamis (20/08/2026).

        Menurut Airlangga, sebelumnya pemerintah menggunakan data yang menjadi dasar dalam berbagai kebijakan ekonomi. Namun, saat ini pemerintah berupaya menyatukan penggunaan data tersebut melalui DTSEN.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aryo Hadi Wibowo
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: