Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        InJourney dan Sarinah Buka Jalan 81 UMKM Masuk Bisnis Pariwisata

        InJourney dan Sarinah Buka Jalan 81 UMKM Masuk Bisnis Pariwisata Kredit Foto: (Istimewa)
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama PT Sarinah (Persero) memperluas program pembinaan UMKM melalui InJourney UMKM by Sarinah PANDU yang diikuti oleh 81 UMKM yang mendapat pembinaan usaha sekaligus akses untuk masuk ke ekosistem pariwisata, mulai dari retail, bandara, destinasi wisata hingga hotel.

        Program ini merupakan pengembangan dari Sarinah PANDU yang sebelumnya telah memberikan pendampingan dan pelatihan kepada lebih dari 1.100 UMKM. Melalui kolaboirasi dengan InJourney, pembinaan diperluas tidak hanya pada peningkatan kapasitas, tetapi juga kurasi produk, uji pasar, dan perluasan jejaring bisnis.

        Komisaris Utama InJourney Iwan Setyawan mengatakan UMKM memiliki posisi penting dalam rantai nilai pariwisata sehingga penguatan kapasitas perlu berjalan bersama dengan pembukaan akses pasar.

        “UMKM bukan hanya bagian dari perekonomian, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pariwisata Indonesia. Karena itu, kita perlu memastikan UMKM memiliki kemampuan dan akses yang dibutuhkan agar dapat tumbuh, berdaya saing, dan menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata. Melalui InJourney UMKM by Sarinah PANDU, kami ingin membuka lebih banyak ruang bagi UMKM untuk berkembang bersama ekosistem InJourney,” ujar Iwan dalam keterangan resmi, Sabtu (22/8/2026).

        Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman menambahkan program tersebut dirancang sebagai proses pembinaan yang berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan.

        “UMKM adalah tulang punggung ekonomi sekaligus bagian dari masa depan bangsa. Karena itu, yang kita bangun bukan hanya program pelatihan, tetapi sebuah proses pembinaan yang berkelanjutan. Kami berharap para UMKM dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas, membangun jejaring, memahami kebutuhan pasar, dan pada akhirnya menciptakan peluang usaha yang lebih besar,” kata Herdy.

        Adapun rangkaian program dimulai dari kurasi pada 8-9 Juli 2026, dilanjutkan Training of Trainers bagi 25 talent pool trainer Sarinah pada 13-17 Juli. Sarinah juga mengembangkan 10 modul pembelajaran sesuai kebutuhan peningkatan kapabilitas UMKM dan kebutuhan pasar.

        Tercatat, ada 81 UMKM yang kemudian mengikuti capacity building pada 8-11 Agustus di Sarinah Thamrin dan dilanjutkan dengan Expo InJourney UMKM by Sarinah PANDU pada 12-14 Agustus yang menjadi ruang bagi peserta menampilkan produk dan melakukan uji pasar.

        Baca Juga: Perempuan Kuasai 64,5% UMKM Indonesia, BI Minta Akses Keuangan Diperkuat

        Baca Juga: BI Fasilitasi Pembiayaan UMKM Rp285 Miliar hingga Juli 2026

        Baca Juga: Menteri UMKM Ungkap Rencana Baru untuk Driver Ojol: Tak Lagi Cuma Andalkan Orderan

        Dari rangkaian tersebut, sembilan UMKM kembali terpilih mengikuti Festiloka by BRImo pada 16-17 Agustus 2026. Mereka mendapat kesempatan memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.

        Direktur Utama Sarinah Raisha Syarfuan mengatakan pengalaman pembinaan Sarinah melalui Sarinah PANDU kini diperluas dengan dukungan ekosistem InJourney.

        “Melalui Sarinah PANDU, kami telah membangun pengalaman dalam pembinaan UMKM, termasuk melalui pengembangan silabus, modul, dan trainer. Kami bangga pengalaman tersebut kini dapat dikembangkan bersama InJourney dalam skala yang lebih luas, sehingga pembinaan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas, tetapi juga membuka akses dan peluang pasar bagi UMKM,” ujar Raisha.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: