Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Minta Perda yang Izinkan Bakar Lahan Direvisi, Ini Alasannya

        Prabowo Minta Perda yang Izinkan Bakar Lahan Direvisi, Ini Alasannya Kredit Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto meminta aturan daerah yang memungkinkan pembukaan lahan dengan cara dibakar disesuaikan di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Untuk itu, pemerintah menyiapkan alternatif berupa bantuan alat berat agar masyarakat dapat membuka lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.

        Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Kalimantan, keberadaan peraturan daerah (perda) yang memungkinkan pembukaan lahan dengan cara dibakar menjadi perhatian pemerintah.

        “Ya, ada memang di dalam perda, baik di Kalteng (Kalimantan Tengah) juga ada perdanya, memang memungkinkan (pembukaan lahan dengan dibakar), tetapi sekali lagi sebetulnya bukan berarti kemudian diperbolehkan. Itu kan kearifan lokal yang menurut tadi di dalam rapat juga kemudian disepakati bahwa yang pertama diminta untuk itu perdata seperti itu bisa dilarang, disesuaikan,” ujar Prasetyo dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (22/8/2026).

        Ia mengatakan, pemerintah tidak ingin kebutuhan masyarakat untuk membuka lahan justru mendorong praktik pembakaran yang berpotensi memperbesar karhutla. Maka dari itu, pemerintah hadir untuk menyediakan alternatif.

        “Kalau perkaranya adalah masyarakat kita membutuhkan untuk membuka lahan, maka pemerintah akan hadir dalam bentuk yang lain dengan memberikan bantuan misalnya. Jadi ekskavator-eskavator yang diperlukan untuk membuka lahan, tadi juga sudah diputuskan oleh Bapak Presiden untuk nanti akan ada perkuatan atau penambahan alat-alat berat untuk nantinya membantu masyarakat kalau ingin membuka lahan. Dengan harapan tidak membuka lahan dengan cara melakukan atau membakar," ucapnya.

        Selain soal pembukaan lahan, Pras juga mengatakan pemerintah tengah memperkuat penanganan karhutla melalui tambahan personel dan peralatan. Setidaknya ada tiga batalyon tambahan dari Jawa dengan total sekitar 1.200 prajurit akan dikirim ke Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan paling lambat Minggu (23/8/2026) untuk tiba di lokasi.

        “Insyaallah sore ini atau paling lambat besok sudah berada di lokasi,” kata Prasetyo.

        Di tengah itu, pemerintah juga menambah sarana pemadaman berupa helikopter water bombing, pompa air, mesin bor untuk sumur, mobil tangki, serta mobil pemadam kebakaran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: