Tingkatkan Literasi Keuangan, KrediOne Gelar Edukasi bagi UMKM dan Kelompok Tani di Bali
Kredit Foto: Istimewa
KrediOne menggelar kegiatan edukasi keuangan bertajuk "Cakap Finansial, UMKM Tumbuh Maksimal” bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kelompok tani di Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Kamis (20/8). Kegiatan ini merupakan rangkaian partisipasi kredione pada Fintech Lending Days yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pada 20-21 Agustus 2026 di Bali. Selain itu, ini juga menjadi wujud komitmen KrediOne dalam mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya di wilayah Bali, sekaligus bentuk kolaborasi nyata dalam mendukung akses pembiayaan yang sehat bagi segmen individu dan UMKM.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen KrediOne, yakni Defrian Afdi selaku Direktur Operasional & IT, Oclif Ronald Elgin Mantik selaku Head of Finance, Accounting & Tax, dan I Made Wisnu Saputra selaku Head of Marketing & Branding, bersama perwakilan pemerintah desa setempat, I Made Suwenda Asnawa selaku Sekretaris Desa Baru, dan I Wayan Giastra selaku Bendesa Banjar Baru. Selain perangkat desa dan jajaran manajemen KrediOne, kegiatan ini turut diikuti oleh pelaku UMKM lintas sektor di Desa Baru, kelompok tani unggulan setempat seperti Kelompok Tani Jambu Kristal Tabanan, serta mahasiswa Universitas Bali International (UNBI).
Oclif menekankan pentingnya pemahaman mendasar mengenai pengelolaan pembiayaan usaha sebelum masyarakat mengajukan pinjaman. "Literasi keuangan adalah pembeda utama antara utang yang membuat usaha semakin berkembang dan utang yang justru menjerat. Sebelum mengajukan pinjaman, pelaku UMKM harus memahami betul perbedaan antara utang produktif untuk modal kerja dan utang konsumtif. Pinjaman yang sehat adalah pinjaman yang digunakan untuk membangun usaha serta menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada biaya pembiayaannya," ujar Oclif Ronald Elgin Mantik, Head of Finance, Accounting & Tax KrediOne.
Ia turut menekankan tiga prinsip penting yang perlu diperhatikan masyarakat dalam bertransaksi di era digital. "Bagi masyarakat dan pelaku UMKM, kami mengimbau untuk senantiasa memegang tiga prinsip utama: Pinjam dengan Sadar, Gunakan Pindar Resmi yang terdaftar dan diawasi OJK, serta Lindungi Data Pribadi seperti PIN dan kode OTP dari siapa pun. Prinsip sederhana ini menjadi benteng utama bagi masyarakat agar terhindar dari risiko pinjaman online ilegal dan penipuan digital,” tambahnya.
Hingga Juli 2026, KrediOne telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp19 triliun secara nasional, dengan kontribusi sebesar Rp572 miliar untuk wilayah Provinsi Bali. Capaian ini menegaskan peran KrediOne sebagai mitra pembiayaan yang konsisten mendukung pertumbuhan ekonomi individu dan UMKM di daerah, sekaligus menjadi landasan bagi perusahaan untuk terus memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada masyarakat.
Melalui pendekatan ini, KrediOne mengajak pelaku UMKM dan masyarakat Bali untuk memanfaatkan layanan pinjaman daring secara bijak dan bertanggung jawab, serta semakin cermat membedakan layanan pindar resmi dengan pinjaman online ilegal, serta mendukung upaya pelindungan konsumen dan perluasan inklusi keuangan sejalan dengan arah kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), guna mewujudkan industri pinjaman daring yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Redaksi
Tag Terkait: