Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gubernur Pramono Larang Pak Ogah di Jalan Protokol Jakarta, Ini Alasannya

        Gubernur Pramono Larang Pak Ogah di Jalan Protokol Jakarta, Ini Alasannya Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim lalu lintas di Jakarta menjadi lebih lancar setelah pengatur lalu lintas liar atau pak ogah ditertibkan. Ia mencontohkan kondisi Jalan HR Rasuna Said yang disebut kini lebih tertib.

        "Di jalan Rasuna Said ada pak ogah. Nggak boleh ada pak ogah. Kenapa? Yang namanya pak ogah itu akan mendapatkan uang kalau ada yang macet. Begitu pak ogahnya nggak ada, sekarang Rasuna Saidnya menjadi lancar," kata Pramono.

        Pramono menilai keberadaan pak ogah justru dapat membuat lalu lintas semakin rumit. Ia meminta jajarannya lebih proaktif dalam menertibkan pengatur lalu lintas ilegal di sejumlah ruas jalan.

        "Saya meminta kepada seluruh jajaran perangkat daerah, kita harus lebih proaktif. Saya sebagai Gubernur pasti akan men-support, mem-back up saudara-saudara sekalian dalam mengambil keputusan," ujarnya.

        Sebelumnya, Pramono telah meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk menertibkan pak ogah di jalan-jalan protokol. Kebijakan tersebut disebut bertujuan menciptakan ketertiban lalu lintas.

        "Saya juga meminta kepada Dinas Perhubungan untuk tempat-tempat jalan-jalan protokol yang ada Pak Ogah-nya ditertibkan," kata Pramono pada 7 Juli 2026.

        Menurut Pramono, pengaturan lalu lintas seharusnya dilakukan oleh instansi resmi. Ia meminta Dishub DKI dan Polda Metro Jaya memperkuat koordinasi agar lalu lintas Jakarta lebih tertata.

        Baca Juga: Pramono Beri Harga Rp8 untuk Transjakarta, MRT dan LRT, 'Supaya Sama dengan Pusat'

        "Karena saya kepingin Jakarta menjadi lebih rapi, semuanya ditangani oleh Dinas Perhubungan dan juga tentunya dengan Polda Metro Jaya untuk lalu lintasnya," ujarnya.

        Pramono berharap penertiban tersebut membuat Jakarta lebih nyaman dan aman bagi masyarakat. Ia juga ingin kebijakan itu mendukung upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang lebih tertata.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: