Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Wacana Gila: Prabowo–Dedi Mulyadi Duet Capres-Cawapres 2029

        Wacana Gila: Prabowo–Dedi Mulyadi Duet Capres-Cawapres 2029 Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat politik Adi Prayitno mengungkapkan wacana tidak biasa, yakni duet antara Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai pasangan capres–cawapres di Pilpres 2029.

        Dedi Mulyadi saat ini tengah menjadi sorotan publik karena diisukan akan pindah dari Partai Gerindra ke PSI, setelah elektabilitasnya dalam sejumlah survei disebut mengungguli Prabowo.

        Menurut Adi, wacana duet Prabowo–Dedi bisa meredam rumor kepindahan partai maupun kemungkinan head to head antara keduanya.

        "Gimana kalau kemudian kedua tokoh ini dipasangkan, capresnya adalah Prabowo, calon wakil presidennya adalah Dedi Mulyadi di 2029. Sehingga spekulasi-spekulasi dan rumor-rumor soal Dedi Mulyadi akan pindah, akan head-to-head berhadapan dengan Prabowo Subianto itu bisa dihindari," ujarnya dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Rabu (26/8).

        Adi menilai Gerindra saat ini memiliki dua sosok luar biasa: Prabowo sebagai petahana dengan dukungan politik kuat, dan Dedi Mulyadi sebagai kader yang tengah naik daun.

        "Kalau kemudian ini dirumorkan dan digosipkan, bisa juga untuk mengamputasi soal kemungkinan Dedi Mulyadi akan pindah ke partai yang lain," ujar Adi.

        Meski demikian, Adi mengakui wacana tersebut menimbulkan pertanyaan. Tidak lazim jika capres dan cawapres berasal dari satu partai, sementara partai koalisi lain tentu memiliki aspirasi untuk mengajukan nama sebagai pendamping Prabowo.

        "Bukan tidak mungkin orang-orang yang saat ini jadi menteri, pejabat-pejabat di sekitaran Pak Prabowo juga punya keinginan bisa sebagai calon wakil presiden Prabowo yang maju di 2029," tandasnya.

        Sebagai informasi, dalam survei elektabilitas calon presiden terbaru yang dirilis oleh SMRC dan Indikator Politik Indonesia pada akhir Juli 2026, Dedi Mulyadi unggul atas Prabowo.

        Baca Juga: Dedi Mulyadi Soal Kemungkinannya Tinggalkan Gerindra Demi PSI: Itu Bukan Tidak Benar

        Dalam simulasi semi terbuka SMRC, Dedi menempati peringkat pertama dengan elektabilitas 35%, sedangkan Prabowo berada di posisi kedua dengan 14,5%. Dalam simulasi head to head, keunggulan Dedi melebar hingga 59% berbanding 28,3% untuk Prabowo. 

        Indikator Politik Indonesia juga mencatat Dedi memimpin dalam simulasi elektabilitas. Meski tingkat pengenalan publik terhadap Prabowo lebih tinggi (98,8% vs 88,2%), tingkat kesukaan responden terhadap Dedi jauh lebih unggul, yakni 88,3% dibanding Prabowo yang hanya 68,1%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: