Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Oknum Wartawan Ngamuk di SD Sukabumi Positif Narkoba, Dedi Mulyadi Terjunkan Tim Hukum

        Oknum Wartawan Ngamuk di SD Sukabumi Positif Narkoba, Dedi Mulyadi Terjunkan Tim Hukum Kredit Foto: Biro Adpim Setda Pemdaprov Jabar
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengecam keras aksi tak terpuji seorang pria yang mengaku sebagai wartawan dan mengamuk di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

        Tak tinggal diam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar langsung menerjunkan tim hukum ke lokasi kejadian untuk melakukan advokasi.

        Kecaman tersebut disampaikan Dedi Mulyadi setelah melihat tayangan video viral yang memperlihatkan oknum tersebut membentak-bentak di area sekolah saat anak-anak sedang bermain.

        "Saya tidak tahu masalahnya apa, tapi tindakan itu sama sekali tidak mencerminkan prinsip-prinsip yang dimiliki seorang jurnalis," ujar Dedi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Selasa (1/9/2026).

        Meski kewenangan pengelolaan SD berada di bawah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dinas Pendidikan Sukabumi, Dedi menegaskan bahwa Pemprov Jabar wajib mengambil langkah nyata.

        Perlindungan terhadap ekosistem pendidikan dari tindakan premanisme berkedok jurnalistik menjadi prioritas utama.

        "Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini meminta tim hukum untuk segera datang ke lokasi, menginvestigasi, dan melakukan advokasi. Tujuannya agar lembaga pendidikan terjaga kredibilitasnya dan terbebas dari unsur intimidatif," tegas Gubernur Jabar tersebut.

        Sementara itu, pelaku saat ini telah diamankan oleh jajaran Polsek Sukaraja. Namun, proses pemeriksaan belum bisa berjalan optimal karena pelaku diketahui sedang dalam pengaruh obat-obatan terlarang saat menjalankan aksinya.

        Kapolsek Sukaraja, Kompol Aguk Khusaini, membeberkan sejumlah temuan awal, yakni pelaku positif narkoba, karena melihat hasil tes urine yang dilakukan bersama Badan Narkotika Kabupaten (BNK) menunjukkan pria tersebut positif mengonsumsi amphetamine, zat yang sejenis dengan sabu.

        Selain itu, ada indikasi pemerasan saat pelaku melakukan intimidasi dan membuat keributan, pihak kepolisian juga tengah mendalami laporan dugaan permintaan sejumlah uang (pemerasan) kepada Kepala Sekolah SD terkait.

        Saat ini pelaku menjadi status terperiksa karena Polisi tengah menunggu kondisi pelaku stabil dari pengaruh narkoba sekaligus mengumpulkan keterangan dari para saksi di lapangan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: