Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pantas Tak Boleh Distop? MBG dan Kopdes Dinilai Jadi Modal Prabowo Menuju 2029

        Pantas Tak Boleh Distop? MBG dan Kopdes Dinilai Jadi Modal Prabowo Menuju 2029 Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Program pemerintah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat berpotensi memiliki arti lebih besar menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

        Terkait itu, Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD melihat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) sebagai dua kebijakan yang dapat memperkuat posisi politik Presiden Prabowo Subianto.

        Kedua program itu disebut Mahfud sebagai bagian dari kebijakan pemerintah yang berpotensi membangun kedekatan dengan masyarakat. Di saat yang sama, Prabowo sebagai presiden petahana juga memiliki keuntungan politik yang tidak kecil apabila kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2029.

        Baca Juga: Wacana Duet dengan Anies Sangat Dahsyat, tapi Ahok Mungkin Masih Marah

        "70 persen yakin Pak Prabowo akan mencalonkan diri lagi. Dan kalau dia mencalonkan diri lagi, peluangnya untuk menang besar," kata Mahfud.

        Menurut Mahfud, kekuatan Prabowo tidak hanya bertumpu pada statusnya sebagai presiden petahana. Konfigurasi politik saat ini juga dinilai relatif menguntungkan karena belum ada tokoh yang terlihat memiliki kekuatan sebanding untuk menghadapi Prabowo dalam kontestasi mendatang.

        Dalam situasi tersebut, program pemerintah yang langsung dirasakan masyarakat bisa menjadi salah satu faktor pendukung penting. MBG dan Kopdes Merah Putih disebut sebagai kebijakan yang dapat menjadi modal politik bagi pemerintahan menuju 2029.

        Baca Juga: Belum Beroperasi, Utang Kopdes Sudah Jatuh Tempo, Purbaya Bakal Bayar Pakai Dana Desa

        Selain dua program tersebut, Mahfud mencermati munculnya berbagai organisasi maupun kelompok yang mengatasnamakan dukungan kepada Prabowo. Menurutnya, kemunculan kelompok-kelompok itu memperlihatkan adanya proses pembentukan basis dukungan politik menjelang kontestasi lima tahunan berikutnya.

        Kekuatan tersebut kemudian membuat persoalan siapa calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo dianggap tidak terlalu menentukan. Selama kekuatan politik petahana tetap terjaga, figur pendamping dinilai tidak akan banyak mengubah peluang kemenangan Prabowo.

        Karena itu, pihak yang ingin menghadapi Prabowo pada 2029 perlu menghitung lebih dari sekadar elektabilitas calon. Kekuatan politik petahana, popularitas program pemerintah, dukungan kelompok-kelompok politik, hingga sumber daya pemerintahan menjadi faktor yang menurut Mahfud harus diperhitungkan.

        Mahfud juga menilai berbagai upaya untuk “menggergaji” Prabowo belum tentu mampu menghentikan langkah politiknya. Dengan status petahana dan sejumlah program yang dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat, Prabowo dinilai memiliki modal yang cukup besar jika benar-benar memilih kembali bertarung.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: