Kredit Foto: BPMI
Hubungan Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak harmonis di ruang publik. Namun, pengamat politik Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai di balik kedekatan itu masing-masing tokoh menyimpan kalkulasi politik untuk menghadapi Pemilu 2029.
Menurut Ginting, baik Prabowo maupun Jokowi memiliki “kartu politik” yang belum tentu segera dimainkan. Ia menekankan bahwa komunikasi politik tidak pernah berjalan dalam ruang kosong, sehingga setiap langkah yang ditampilkan ke publik selalu terkait dengan strategi yang lebih besar.
“Jokowi punya rencana untuk 2029. Jokowi juga punya rencana 2029. Kartu itu tidak selalu harus dibuka sekarang,” ujar Selamat dalam acara ROSI di Kompas TV, dikutip Sabtu (5/9).
Kedekatan keduanya sempat terlihat saat menghadiri peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, Ginting menilai kebersamaan itu tidak serta-merta meniadakan perbedaan kepentingan.
Baca Juga: Roy Suryo Tolak Jokowi Hadir via Zoom: 'Saya Tolak! Ya Namanya Pelapor Harus Hadir, Kalau Tidak...'
Ia menambahkan, sejak pemerintahan Prabowo memasuki tahun kedua, tanda-tanda manuver politik menuju 2029 mulai muncul. Salah satunya adalah pesan Jokowi agar posisi Gibran sebagai wakil presiden tetap aman, di tengah isu purnawirawan TNI yang disebut berupaya memakzulkan Gibran serta polemik mengenai keabsahan ijazah pendidikannya.
“Prabowo kemudian tidak pernah menanggapi setuju atau tidak setuju. Ini juga kekhawatiran Jokowi. Apalagi sekarang pendidikan Gibran dipersoalkan,” tandasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: