Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saidiman Ahmad: 40 Ribu Anak Diracun MBG, DPR Harus Panggil Prabowo!

        Saidiman Ahmad: 40 Ribu Anak Diracun MBG, DPR Harus Panggil Prabowo! Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Peneliti politik dan kebijakan publik Saidiman Ahmad mendorong DPR RI untuk memanggil Presiden Prabowo Subianto terkait maraknya kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

        Menurut Saidiman, hingga kini lebih dari 40 ribu penerima manfaat, khususnya para siswa, mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program MBG.

        "Sudah 40 ribuan orang tumbang karena menyantap MBG. Mestinya DPR memanggil presiden untuk menjelaskan mengapa begitu banyak anak Indonesia yang diracun," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (4/9).

        Data Surveilans Kemenkes

        Berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan yang dipaparkan Komisi IX DPR RI per 2 September 2026, tercatat 50.059 orang pernah menjadi korban keracunan. Angka tersebut berasal dari 560 kejadian keracunan massal di 245 kabupaten/kota dari 36 provinsi dalam dua tahun terakhir (2025–2026).

        Baca Juga: Said Didu: 50 Ribu Korban MBG Diracun, Tapi Tak Ada yang Dipidana

        Sejumlah kasus besar terjadi di Rembang, Sidoarjo, Agam, dan Jombang, yang diduga kuat dipicu oleh lamanya waktu tunggu distribusi makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersentralisasi ke sekolah-sekolah, sehingga makanan menjadi basi.

        Desakan DPR

        Akibat tembusnya angka 50 ribu korban, Komisi IX DPR RI mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera merombak sistem. DPR mendorong agar model distribusi beralih ke dapur berbasis sekolah guna menekan risiko kontaminasi pangan, sekaligus menekankan perlunya penegakan hukum pidana terhadap penyedia yang lalai.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: