Ferry Latuhihin: Pemerintah Lupa Tugas Utama, Bukan Bagi-Bagi Makanan tapi Ciptakan Lapangan Kerja
Kredit Foto: Istimewa
Ekonom senior Ferry Latuhihin menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto keliru memahami tugas utama negara bagi rakyatnya.
Menurut Ferry, apapun ideologi yang dianut pemerintah, kewajiban utama adalah menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Dan pemerintah pun salah. di mana-mana ya tugas utama pemerintah, pemerintah apapun juga, apakah itu punya ideologi seperti sosialis, seperti kapitalis, seperti liberalis atau tidak punya ideologi. Tugas utama pemerintah adalah ketika dia berkuasa dia harus menciptakan lapangan kerja di mana-mana itu berlaku. Baik di dunia maupun mungkin di akhirat nanti ya," ujarnya dalam kanal YouTube FERRY LATUHIHIN, dikutip Sabtu (5/9).
"Tugas utama pemerintah bukan memberikan makan berbizi gratis, bukan mendirikan koperasi desa merah putih. Tugas utama adalah menciptakan lapangan kerja," tegasnya.
Selain itu, Ferry mempertanyakan validitas angka pertumbuhan ekonomi yang diklaim mencapai 5,45% berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, jika benar ekonomi tumbuh solid, seharusnya terlihat secara fisik melalui pembangunan infrastruktur.
Baca Juga: Keracunan MBG Kembali Merebak, Dapur Berbasis Sekolah Mulai Dipertimbangkan Lagi
"Misalnya di kota-kota besar ya, tumbuhnya kembali lagi ya bermunculannya skycrappers ya, gedung-gedung perkantoran yang tinggi, apa panjang jalanan yang bertambah, pelabuhan yang bertambah ya atau airport yang bertambah. Ini tidak ada kita lihat biasa-biasa saja," jelasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data BPS, pada kuartal I-2026 ekonomi nasional tumbuh 5,61% (year-on-year/yoy). Kemudian di kuartal II sedikit melambat, namun tetap kuat di level 5,29% (yoy). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang paruh pertama tahun ini tercatat 5,45%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: