Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Punya 'Oposisi dari Dalam', Ini Kata Budi Arie Soal 'Patahan Sejarah'

        Prabowo Punya 'Oposisi dari Dalam', Ini Kata Budi Arie Soal 'Patahan Sejarah' Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Umum Projo sekaligus mantan Menteri Budi Arie Setiadi menyoroti dinamika sosial-politik yang terjadi saat ini. Ia menilai sejumlah anomali di tengah masyarakat berpotensi memicu apa yang disebutnya sebagai “patahan sejarah” apabila tidak diantisipasi dengan tepat.

        Peringatan tersebut disampaikan Budi Arie dalam podcast bersama Akbar Faizal dan analis politik Adi Prayitno yang tayang di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored pada 3 September 2026.

        Budi Arie menilai pemerintahan saat ini memiliki beban ekspektasi yang besar karena dipilih dalam satu putaran. Namun, menurut dia, kondisi di lapangan dalam beberapa bulan terakhir justru memunculkan berbagai kekecewaan di masyarakat.

        "Rakyat punya harapan besar, ekspektasinya besar. Tapi setiap hari dalam beberapa bulan atau 1 tahun terakhir ini masyarakat atau rakyat disuguhkan dengan berbagai permasalahan-permasalahan dan yang lebih menyedihkannya adalah di program-program strategis Pak Presiden," ujar Budi.

        Ia kemudian mencontohkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Budi Arie, gagasan dan tujuan program tersebut baik serta sesuai dengan konstitusi. Namun, ia menilai pelaksanaannya menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

        "Misalnya soal MBG. Ide niatnya mulia dan itu MBG itu sangat konstitusional. Tapi praktiknya kan mencederai rasa keadilan masyarakat," katanya.

        Budi Arie mengatakan berbagai keluhan dan gejolak tersebut membuat dirinya melihat adanya kondisi yang tidak biasa di masyarakat. Karena itu, ia menilai penyelesaiannya tidak cukup hanya menggunakan cara-cara konvensional.

        "Ada yang abnormal di masyarakat saat ini," ujarnya.

        Ia kemudian mengaitkan berbagai anomali tersebut dengan kemungkinan terjadinya “patahan sejarah”. Menurut Budi, kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah politik dan demokrasi ke depan.

        "Cuma maksud saya terjadi apomali-omali variabel di masyarakat yang membuat kita tidak hanya sekedar memikirkan skenario-skenario konvensional, langkah-langkah, tahapan-tahapan yang sebagaimana mestinya ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadinya yang namanya patahan sejarah," jelasnya.

        Atas kondisi tersebut, Budi Arie mendorong adanya evaluasi dan perbaikan yang signifikan agar persoalan yang terjadi tidak berdampak terhadap demokrasi.

        Pernyataan Budi Arie kemudian mendapat sorotan dari Akbar Faizal. Menurut Akbar, pernyataan tersebut perlu diperhatikan karena Budi Arie selama ini identik dengan langkah politik Istana.

        "Budi Ari itu per hari ini adalah wajahnya Pak Jokowi sekalipun dibantah tidak ada kaitannya dengan kelompok-kelompok yang hadir di situ, kawan-kawan Projo dan delawan," kata Akbar.

        Sementara itu, Adi Prayitno menilai substansi pernyataan Budi Arie dapat dibaca sebagai bentuk teguran terbuka terhadap situasi pemerintahan saat ini.

        Adi menganggap penggunaan istilah “patahan sejarah” atau “retakan sejarah” terlalu berlebihan. Namun, ia melihat ada pesan yang ingin disampaikan melalui pernyataan tersebut.

        Baca Juga: Budi Arie Perjelas Pernyataannya Soal Pemilu Dipercepat: Politik itu kan art of possibility

        "Bagi saya sih sebenarnya secara prinsip Bang Budi dan kawan-kawan itu ingin memberikan bahwa mungkin ada sesuatu yang dikoreksi, ada sesuatu yang diperbagi dengan situasi saat ini. Tapi memang kalau kemudian ada yang disebut dengan patahan sejarah atau retakaan sejarah memang terlampau hiperbolis bahasanya, Bang," ujar Adi.

        Menurut Adi, hal yang lebih penting untuk diperhatikan adalah munculnya perbedaan pandangan dari orang-orang yang berada di lingkungan kekuasaan.

        "Bagi saya yang melihat dari jauh ini tanda-tanda oposisi dari dalam itu sudah mulai dipertegas," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: