Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Akui Ada Masyarakat Kesulitan Uang, Belum Semua Rasakan Dampak DPK Tumbuh 12 Persen

        Purbaya Akui Ada Masyarakat Kesulitan Uang, Belum Semua Rasakan Dampak DPK Tumbuh 12 Persen Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa masyarakat Indonesia secara umum tengah mengalami kesulitan mendapatkan uang hingga harus menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

        Menurut Purbaya, kondisi tersebut tidak dapat menggambarkan keadaan masyarakat secara keseluruhan. Ia merujuk pada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan yang saat ini mencapai sekitar 12 persen.

        Pertumbuhan DPK secara agregat, menurut Purbaya, menunjukkan adanya peningkatan tabungan masyarakat. Karena itu, anggapan bahwa masyarakat Indonesia secara umum sedang mengalami kesulitan uang dinilai tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi yang ada.

        Meski demikian, Purbaya mengakui pertumbuhan ekonomi tidak otomatis dirasakan seluruh masyarakat pada waktu yang bersamaan.

        Ia mengatakan tetap ada kelompok masyarakat yang belum merasakan dampak pertumbuhan ekonomi. Pemerintah berharap percepatan pertumbuhan ekonomi dapat memperkecil jumlah masyarakat yang belum memperoleh manfaat dari pertumbuhan tersebut.

        Purbaya menyebut Indonesia baru keluar dari tekanan ekonomi dan mulai bergerak sejak September tahun lalu. Dalam kondisi gejolak ekonomi, masyarakat di lapisan bawah dapat menghadapi kesulitan ketika tidak mudah mendapatkan uang.

        Menurut dia, situasi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi agar bergerak lebih cepat.

        Purbaya juga menyebut pemerintah telah menambah uang ke dalam sistem perekonomian pada Juli dan awal Agustus. Dengan ekonomi yang terus bergerak, ia berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat pertumbuhan.

        Namun, Purbaya tetap mengakui bahwa persoalan kekurangan secara umum tidak dapat sepenuhnya dihilangkan.

        Purbaya mengaitkan kondisi tersebut dengan konsep scarcity atau kelangkaan dalam ilmu ekonomi. Menurut dia, masyarakat akan selalu menghadapi pilihan dalam memenuhi berbagai kebutuhan.

        Karena itu, persoalan utama yang ingin dihindari pemerintah bukan sekadar adanya keterbatasan, melainkan kondisi ketika masyarakat menghadapi pilihan yang sangat mendesak.

        Baca Juga: Purbaya Akui Sempat 'Omong Gede' Saat Awal-awal Jadi Menteri

        Pemerintah, kata Purbaya, akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar kondisi masyarakat semakin baik dan jumlah masyarakat yang belum merasakan manfaat pertumbuhan dapat terus berkurang.

        Purbaya menilai dalam kehidupan selalu terdapat pilihan mengenai kebutuhan mana yang harus diprioritaskan. Namun, pemerintah berupaya agar masyarakat tidak berada dalam kondisi yang sangat terdesak ketika harus menentukan pilihan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: