Sammy Notaslimboy Pertanyakan Pemakzulan Gibran: Kenapa Prabowo Seolah Tak Tersentuh?
Kredit Foto: Istimewa
Komedian Sam Darma Putra Ginting atau Sammy Notaslimboy mempertanyakan arah narasi pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang belakangan kembali ramai diperbincangkan. Sammy menyoroti mengapa dorongan pemakzulan lebih banyak diarahkan kepada Gibran, sementara Presiden Prabowo Subianto dinilainya seolah tidak tersentuh.
Menurut Sammy, dorongan tersebut datang dari kalangan aktivis senior yang menjadikan Gibran sebagai pihak yang dianggap merusak keadaan. Pandangan itu ia sampaikan melalui akun X pribadinya dan menyinggung adanya perbedaan perlakuan terhadap Gibran dan Prabowo.
"Gilanya, aktivis senior malah membuat narasi untuk memakzulkan Gibran, sedangkan Prabowo dibuat tak tersentuh, Gibran perusaknya," tulis Sammy, dikutip Selasa (8/9/2026).
Sammy kemudian mengingatkan bahwa posisi Gibran tidak bisa dilepaskan begitu saja dari kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024. Ia menilai kemenangan tersebut juga dipengaruhi oleh keberadaan Gibran serta pihak-pihak yang berada di belakang pasangan tersebut.
"Prabowo tanpa Gibran (dan siapa pun di belakangnya) juga tidak akan menang kemarin. Catatan: Saya sama sekali tidak pro Gibran," tegas Sammy.
Pernyataan tersebut menunjukkan Sammy tidak sedang menyatakan dukungan kepada Gibran. Ia justru mempertanyakan logika politik ketika Gibran menjadi sasaran utama dorongan pemakzulan, sementara peran Prabowo dalam pemerintahan dan kontestasi Pilpres 2024 tidak mendapatkan sorotan yang sama menurut pandangannya.
Narasi pemakzulan Gibran sendiri memang muncul dari sejumlah kelompok yang secara terbuka menyuarakan tuntutan tersebut. Salah satunya Forum Purnawirawan TNI-Polri yang telah menyampaikan usulan pemakzulan kepada DPR dan MPR.
Kelompok tersebut menyoroti pencalonan Gibran pada Pilpres 2024 yang mereka nilai bermasalah, termasuk terkait batas usia calon wakil presiden. Mereka juga mempersoalkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang membuka jalan bagi kandidat berusia di bawah 40 tahun yang pernah atau sedang menduduki jabatan hasil pemilihan umum.
Baca Juga: Munarman Ungkap Dugaan Strategi Jokowi Tempatkan Gibran sebagai Wapres, Singgung Pilpres 2029
Selain persoalan pencalonan, kelompok purnawirawan tersebut juga menyampaikan kekhawatiran mengenai kemampuan dan kompetensi Gibran. Mereka turut mengaitkan keberadaan Gibran dengan potensi persoalan stabilitas politik pemerintahan ke depan.
Meski tuntutan tersebut telah disampaikan secara resmi, proses politik di parlemen belum otomatis berjalan menuju pemakzulan. Surat usulan yang diterima Sekretariat Jenderal DPR masih harus melalui mekanisme kelembagaan sebelum dapat berkembang menjadi proses politik formal.
Karena itu, pernyataan Sammy lebih tepat ditempatkan sebagai kritik terhadap arah narasi politik yang berkembang. Ia mempertanyakan mengapa Gibran menjadi sasaran utama, sekaligus mengingatkan bahwa kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024 berlangsung dengan Gibran sebagai pasangan calon wakil presidennya.
Hingga kini, dorongan pemakzulan Gibran masih menjadi bagian dari dinamika politik dan belum berarti Gibran telah dinyatakan bersalah atau proses pemakzulannya telah diputuskan. Sementara itu, pernyataan Sammy menambah warna dalam perdebatan mengenai siapa yang seharusnya menjadi sasaran evaluasi politik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: