Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (9/9/2026). IHSG berakhir di zona merah setelah mayoritas saham bergerak tertekan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.678,20, turun 8,24 poin atau 0,12% dari posisi penutupan sebelumnya di level 6.686,44.
Tekanan terlihat dari pergerakan saham di bursa. Sebanyak 317 saham tercatat melemah, sementara 308 saham menguat dan 169 saham lainnya bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan volume mencapai sekitar 34,5 miliar saham. Nilai transaksi tercatat Rp16,16 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,17 juta kali.
Waspadai Aksi Profit Taking
IHSG diproyeksikan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dan menguji area 6.700-6.750 pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Meski demikian, investor perlu mencermati potensi aksi ambil untung setelah penguatan indeks.
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas menyebut sentimen eksternal masih menjadi perhatian pasar. Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Selasa (8/9/2026), antara lain dipengaruhi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta spekulasi mengenai arah suku bunga Federal Reserve.
Pelaku pasar kini menunggu rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, terutama data inflasi yang dijadwalkan keluar pada Kamis dan Jumat.
"Data tersebut dinilai penting karena dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter The Fed," tulis riset Phintraco Sekuritas.
Di sisi lain, hubungan perdagangan AS dan Kanada kembali menjadi sorotan setelah ketegangan di antara kedua negara meningkat.
Dari dalam negeri, tingkat keyakinan konsumen Indonesia diperkirakan membaik pada Agustus 2026 menjadi 117 dari posisi 116,8 sebelumnya. Data tersebut menjadi salah satu sentimen yang dapat menopang pergerakan pasar domestik.
Baca Juga: ADHI Masih Tunggu Danantara Terkait Dana Penyelesaian LRT City
Baca Juga: Lagi dan Lagi, BEI Suspensi Saham WIKA Gegara Utang
Baca Juga: BEI Setop 2 Saham Emiten Ini karena Naik Tajam, Salah Satunya milik Happy Hapsoro
Pergerakan sejumlah aset global juga menjadi perhatian. Harga minyak mentah naik lebih dari 2% pada Selasa (8/9/2026). Sementara itu, imbal hasil US Treasury 10 tahun sempat menyentuh 4,812% sebelum ditutup di level 4,786%.
Berbeda dengan minyak, harga emas spot terkoreksi 0,4% ke posisi US$4.385 per troy ounce.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.700–6.750. Namun, kenaikan indeks perlu diikuti kewaspadaan terhadap aksi profit taking yang dapat menahan laju penguatan.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas memilih sejumlah saham sebagai top picks, yakni TOWR, AMMN, MDKA, MBMA, COCO, dan INDY.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: