Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Sindir Militer AS sebagai 'Elang Kertas' Usai Serang Pesta Pernikahan

        Iran Sindir Militer AS sebagai 'Elang Kertas' Usai Serang Pesta Pernikahan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah Iran mengecam serangan militer AS yang dilaporkan menghantam sebuah acara pesta pernikahan di Sirik.

        Wakil Ketua Parlemen Iran Ali Nikzad menyebut insiden tersebut bukan sekadar kesalahan teknis dalam operasi militer. Menurut dia, serangan itu merupakan bentuk kejahatan perang.

        Pernyataan tersebut disampaikan Nikzad dalam sesi virtual parlemen.

        Nikzad mempertanyakan klaim bahwa serangan terhadap lokasi tersebut terjadi akibat kesalahan teknis atau kekeliruan dalam menentukan sasaran.

        Ia menyebut jenis rudal yang digunakan serta jarak antara menara telekomunikasi dan lokasi kejadian sebagai indikator bahwa serangan tersebut diduga dilakukan secara sengaja.

        Pernyataan itu sekaligus menjadi tudingan terhadap kemampuan militer AS dalam menentukan dan menghantam sasaran di tengah konflik yang berlangsung.

        Nikzad bahkan melontarkan sindiran terhadap citra kecanggihan militer Amerika Serikat. Ia menggambarkan kekuatan militer AS sebagai "elang kertas" karena dinilai tidak mampu melakukan serangan secara akurat terhadap sasaran.

        Di tengah kecaman tersebut, Iran juga menyoroti laporan mengenai serangan yang disebut menghantam pusat komando militer AS.

        Laporan yang disampaikan menyebut sejumlah komandan AS bahkan terpaksa bersembunyi di hotel-hotel setelah pusat komando mereka dilaporkan hancur.

        Baca Juga: Tak Hanya Hadapi AS dan Israel, Iran juga Ditekan Pemberontak dari Dalam Negeri

        Nikzad juga menyinggung dampak psikologis yang disebut dirasakan oleh para prajurit AS. Ia menyoroti tingginya tingkat depresi dan kasus bunuh diri di kalangan tentara AS yang disebut terjadi akibat tekanan konflik.

        Bahkan, sejumlah pasukan dilaporkan berlabuh hingga ke pantai Thailand.

        Serangkaian klaim tersebut digunakan Iran untuk menggambarkan kondisi militer AS yang disebut semakin tertekan di kawasan Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: