Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menggencarkan penataan ruang publik melalui pembenahan jaringan utilitas kota. Melalui Dinas Bina Marga, pemerintah daerah fokus memindahkan kabel-kabel udara yang semrawut ke dalam sistem saluran bawah tanah terpadu.
Langkah ini diambil sebagai solusi konkret untuk meningkatkan estetika kota sekaligus menekan potensi bahaya di jalan raya.
Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Heru Suwondo, memaparkan secara rinci nilai anggaran yang dkucurkan, serta pemetaan proyek yang sedang berjalan saat tersebut.
“Jadi anggaran kami untuk membangun SJUT ini adalah 90 miliar (per 16,9 km) di 8 ruas jalan,” ujar Heru kepada awak media, Kamis (10/9/2026).
Infrastruktur penunjang bawah tanah ini akan difokuskan pada kawasan-kawasan arteri dan protokol yang memiliki kepadatan jaringan kabel udara tertinggi. Lebih lanjut, Heru turut menjabarkan titik-titik koordinat yang menjadi sasaran utama normalisasi ruang udara Jakarta pada fase ini.
“Panjangnya 16,9 kilometer. Dan itu lokasinya di MT Haryono, Gatot Subroto, Supomo, Abdullah Syafei, Saharjo, Pemuda, Otista, Tebet, Barito Raya, Matraman, dan Jatinegara. Lokasinya di situ,” kata Heru.
Guna mempercepat realisasi target bebas kabel semrawut, Dinas Bina Marga bersama jajaran badan usaha swasta saat ini terus menggenjot proses konstruksi di titik-titik tersebar.
Pemprov DKI berharap proyek SJUT tersebut tak hanya mengembalikan estetika kota, tetapi juga mampu menekan angka kecelakaan yang kerap diakibatkan kondisi kabel semrawut di Ibu Kota.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: