Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pertamina Targetkan Konstruksi Kilang SAF Cilacap di 2027

        Pertamina Targetkan Konstruksi Kilang SAF Cilacap di 2027 Kredit Foto: Antara/Idhad Zakaria
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menargetkan proyek Biorefinery Cilacap memasuki tahap engineering, procurement, and construction (EPC) pada 2027.

        Kilang sustainable aviation fuel (SAF) berbasis minyak jelantah (used cooking oil/UCO) bernilai investasi US$1,1 miliar ini diproyeksikan beroperasi pada September 2029 dengan kapasitas produksi hingga 860 kiloliter (KL) per hari atau 288.000 KL per tahun.

        Proyek di atas lahan 17,5 hektare di kawasan Kilang RU IV Cilacap ini dirancang khusus untuk mengolah UCO menjadi SAF dan produk biofuel lain (berkapasitas ~870 KL per hari). 

        Kebutuhan pasokan UCO yang diperkirakan mencapai 318.000 ton per tahun akan dihimpun via skema B2C dan B2B dari masyarakat, sektor horeka, hingga perusahaan pengumpul. 

        Hasil produksi SAF nantinya disalurkan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

        Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, Hermawan Budiantoro, menjelaskan bahwa persiapan proyek telah dimulai sejak 2025 melalui engineering design, perencanaan pengadaan, dan pra-tender.

        “Nah kemudian nanti mulai EPC-nya, targetnya adalah di tahun 2027, jadi planning procurement and construction, kemudian harapannya nanti on-stream-nya di tahun 2029 dengan nilai total investasi estimasinya kira-kira mencapai sekitar 1,1 billion USD,” ujar Hermawan,” kata Hermawan dalam acara Pertamax Journey di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026).

        Pengembangan Biorefinery Cilacap merupakan kelanjutan dari skema co-processing SAF di unit eksisting. 

        Pertamina sebelumnya menguji campuran 2% hingga 2,4% refined, bleached and deodorized palm kernel oil (RBDPKO) untuk uji terbang pesawat CN-235 (Jakarta-Bandung, Oktober 2021) dan commercial flight test Garuda Indonesia Boeing 737-800NG (Jakarta-Solo, September 2023).

        “Pada bulan September 2023 di tahun yang sama dilakukanlah commercial flight test dengan Garuda Indonesia menggunakan Boeing 737-800NG, rutenya Jakarta-Solo. Dan sukses, dinyatakan sukses memang bisa diimplementasikan SAF ini,” kata Hermawan.

        Baca Juga: Siap-siap! Pertamina Bakal Eksekusi Pembatasan Pertalite dan Bio Solar Mengacu Level Desil

        Baca Juga: Ketika Semangat Kemerdekaan Berdenyut dari Kilang LNG Donggi Senoro

        Pertamina kemudian mengembangkan UCO-SAF menggunakan katalis dari Research & Technology Innovation (RTI) Pertamina, yang telah tersertifikasi ISCC CORSIA pada 2024 dan memproduksi UCO-SAF perdana di RU IV Cilacap pada Juli–Agustus 2025.

        Menjelang pengoperasian penuh biorefinery pada 2029, Pertamina mengandalkan TDHT RU IV Cilacap (kapasitas 8,4 KPPD), LCO Treater RU VI Balongan, dan HCU RU II Dumai dalam peta jalan biofuel nasional.

        “Target kita yang 2026 dan seterusnya adalah kita melakukan maintenance, maintain ya, me-maintain produk dari UCO-SAF ini untuk bisa dikomersilkan dengan lebih baik lagi. Dan kita juga perlu melakukan improvement-improvement dan production facility flexibility,” tutupnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: