Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        25 Tahun Demokrat, Ibas Dorong Kader Bangun Kekuatan Baru

        25 Tahun Demokrat, Ibas Dorong Kader Bangun Kekuatan Baru Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyerukan seluruh kader Partai Demokrat untuk memperkuat konsolidasi, memperluas kedekatan dengan rakyat, serta bekerja lebih konkret dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

        Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Nasional (Bimtek) Partai Demokrat, yang diikuti jajaran pimpinan dan kader Partai Demokrat dari DPR RI serta DPRD provinsi dan kabupaten/kota dari berbagai penjuru Indonesia.

        Dalam kesempatan tersebut, Ibas menegaskan bahwa perjalanan Partai Demokrat selama 25 tahun merupakan perjalanan yang penuh dinamika. Partai pernah berada pada posisi politik yang sangat kuat, tetapi juga pernah mengalami masa penurunan.

        Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi pembelajaran sekaligus energi untuk membangkitkan kembali kekuatan Partai Demokrat.

        “Partai ini ada ups and downs. Itu adalah bagian dari perjuangan. Hari ini jangan sampai rasa cinta kepada partai hanya menjadi pengorbanan dan penderitaan. Kita ingin rasa cinta itu menjadi bagian dari kemenangan Partai Demokrat.”

        Ia mengajak seluruh kader untuk tidak larut dalam nostalgia kejayaan masa lalu, tetapi menjadikannya sebagai modal untuk membangun kekuatan baru.

        Demokrat Harus Dekat dengan Rakyat

        Wakil Ketua MPR RI menekankan bahwa ukuran keberhasilan kader Partai Demokrat bukan sekadar jumlah kursi yang diperoleh di parlemen.

        Lebih dari itu, keberadaan kader di DPR RI maupun DPRD harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

        “Kita ingin menjalankan tugas sebagai anggota parlemen yang dekat dengan rakyat. Dekat itu bukan hanya sekadar kita hadir, tetapi bagaimana kita mendengar dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan rakyat.”

        Karena itu, Edhie Baskoro meminta para anggota legislatif Partai Demokrat di seluruh tingkatan untuk pulang ke daerah masing-masing dengan membawa semangat memperbesar partai sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.

        Ia juga mendorong seluruh kader untuk mengajak sebanyak mungkin masyarakat menjadi bagian dari perjuangan Partai Demokrat.

        Semangat kedekatan dengan rakyat tersebut juga sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menegaskan tiga agenda perjuangan Demokrat yang harus menjadi pedoman kader dari pusat hingga daerah, yakni memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi. Ketiga agenda tersebut menjadi arah perjuangan Demokrat dalam memastikan politik tetap bermuara pada kepentingan rakyat.

        Dukung Pemerintah, Kritik Jika Tidak Baik

        Wakil Ketua MPR RI menegaskan bahwa Partai Demokrat harus menjalankan politik yang konstruktif dalam menyikapi pemerintahan.

        Menurutnya, Partai Demokrat harus mendukung setiap kebijakan pemerintah yang baik dan memberikan manfaat bagi rakyat.

        Namun, jika terdapat kebijakan yang tidak tepat atau berpotensi merugikan masyarakat, Partai Demokrat harus berani memberikan kritik dan koreksi.

        “Kita dukung pemerintah jika kebijakan dan programnya baik. Kalau tidak baik, kita kritisi, kita protes. Karena sejatinya itu adalah laksana obat.”

        Ia menilai kritik yang konstruktif merupakan bagian dari tanggung jawab partai politik dalam menjaga kualitas pemerintahan dan demokrasi.

        Membiarkan program yang keliru tanpa koreksi, katanya, justru dapat menyebabkan masyarakat menjadi pihak yang dirugikan.

        Kader Harus Menjadi Penyambung Aspirasi

        Dalam forum Bimtek tersebut, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI juga mendorong adanya mekanisme yang lebih efektif untuk menghimpun dan mengolah aspirasi masyarakat.

        Ia mencontohkan banyaknya aspirasi yang masuk melalui kegiatan-kegiatan partai. Jika seluruh aspirasi dihimpun tanpa mekanisme pengolahan yang baik, jumlahnya dapat mencapai ribuan hingga puluhan ribu halaman.

        Karena itu, diperlukan strategi untuk mengamplifikasi aspirasi tersebut agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang konkret.

        “Kita realistis, tetapi kita juga harus punya teknik dan cara untuk bisa mengamplifikasi aspirasi rakyat.”

        Ia bahkan mendorong adanya forum listening session yang melibatkan anggota DPR RI dan kader-kader legislatif untuk mendengarkan secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah.

        Menurutnya, persoalan rakyat sangat beragam, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pendapatan dan ekonomi.

        Kader Demokrat yang berada di parlemen harus mampu menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan proses kebijakan di tingkat nasional maupun daerah.

        Dalam forum tersebut, kader Demokrat dari berbagai penjuru negeri turut hadir membawa semangat dan aspirasi dari daerah masing-masing. Mulai dari wilayah timur, tengah, hingga barat Indonesia, para kader menyampaikan aspirasi dan harapan agar konsolidasi antara kader di daerah dan pusat terus diperkuat.

        Aspirasi yang disampaikan antara lain berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Aspirasi tersebut diharapkan dapat terus tersampaikan kepada pemerintah pusat dan dikawal melalui kerja-kerja politik serta kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

        Dalam sesi interaktif tersebut, Ibas didampingi sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, antara lain Lokot Nasution, Marwan Cik Asan, Rizki Natakusumah, Caellica Nurrachadiana, dan Sabam Sinaga.

        Kebangkitan Demokrat Harus Dimulai Sekarang

        Wakil Ketua MPR RI mengingatkan bahwa Pemilu memang masih memiliki siklus dan tahapan yang harus dihormati sesuai konstitusi. Namun, hal tersebut tidak berarti partai boleh berhenti melakukan konsolidasi dan pembenahan.

        Ia justru menilai masa di antara pemilu merupakan momentum penting untuk memperkuat organisasi, memperbaiki kelemahan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

        “Pemilu masih jauh. Justru kita memberikan ruang penyempurnaan dan perbaikan kepada negara dan kepada presiden.”

        Menurutnya, konsolidasi politik harus dilakukan dengan tetap mengedepankan etika, aturan, serta prinsip-prinsip demokrasi.

        Ia juga meminta kader tidak takut menghadapi dinamika politik sepanjang seluruh proses dijalankan sesuai koridor hukum dan konstitusi.

        Demokrat Harus Terbuka

        Dalam rangka memperkuat Partai Demokrat, Edhie Baskoro mengajak seluruh kader untuk membangun partai yang terbuka terhadap berbagai kalangan.

        Ia mengatakan, kader-kader lama yang pernah menjadi bagian dari perjalanan Demokrat harus tetap dirangkul, sementara generasi muda dan masyarakat yang ingin bergabung juga harus diberikan ruang.

        “Partai ini besar. Tidak hanya dihuni oleh kita-kita saja, tetapi partai ini lebih bermanfaat kalau bisa dihuni oleh banyak manusia yang berpikir sama untuk kemajuan Partai Demokrat.”

        Menurutnya, perbedaan kepentingan dan pengalaman politik tidak seharusnya menjadi alasan untuk menjauhkan seseorang dari partai.

        Sebaliknya, Demokrat harus menjadi rumah bersama bagi mereka yang memiliki komitmen terhadap kemajuan Indonesia.

        Demokrat sebagai Partai Nasionalis-Religius

        Wakil Ketua MPR RI juga menegaskan karakter Partai Demokrat sebagai partai yang terbuka bagi seluruh golongan.

        Ia menggambarkan Demokrat sebagai partai tengah yang mengusung nilai nasionalis-religius serta memberikan ruang bagi laki-laki, perempuan, dan generasi muda untuk berkontribusi.

        Menurutnya, semangat tersebut harus terus dipertahankan di tengah dinamika politik yang terus berubah.

        Ia juga mengajak kader untuk memahami dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah dibangun oleh para senior partai.

        Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Tetap Menjadi Agenda Utama

        Dalam forum tersebut, Ibas juga menyinggung pentingnya pengawalan terhadap kebijakan ekonomi dan penggunaan APBN.

        Menurutnya, besarnya anggaran negara harus diikuti dengan kemampuan pemerintah memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

        Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki wilayah yang luas, jumlah penduduk yang besar, serta kebutuhan pembangunan yang sangat beragam.

        Karena itu, anggaran negara harus digunakan secara efektif untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

        “Apa yang akan kita perjuangkan adalah kesejahteraan rakyat, keamanan, keadilan, dan pekerjaan. Itu semuanya menjadi makanan sehari-hari bagi kita sebagai wakil rakyat.”

        Respons terhadap Bencana

        Wakil Ketua MPR RI juga mengajak kader Partai Demokrat untuk menunjukkan kepedulian konkret terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

        Ia menyinggung gempa di Nusa Tenggara Timur, kebakaran kawasan adat di Nusa Tenggara Barat, kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan, serta dampak aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang turut memengaruhi masyarakat di sekitar Banten dan Lampung.

        Dalam konteks tersebut, ia mengapresiasi kepedulian kader-kader baru Partai Demokrat yang berkomitmen menyumbangkan sedikitnya 25.000 masker melalui DPP Partai Demokrat untuk membantu masyarakat yang terdampak.

        Menurutnya, kepedulian terhadap persoalan masyarakat harus menjadi bagian dari kerja politik Demokrat.

        “Kerja besar itu harus menjadi bagian besar dari kemajuan kita.”

        Menjaga Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan

        Ia juga mengingatkan kembali pentingnya agenda lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

        Menurutnya, pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat.

        Ia mengingatkan berbagai program yang pernah didorong pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, antara lain penanaman pohon, penghijauan, edukasi lingkungan, serta peningkatan literasi generasi muda mengenai keberlanjutan.

        Menurutnya, agenda tersebut perlu terus dikawal dan dikembangkan sesuai tantangan zaman.

        Dari Konsolidasi Menuju Kemenangan

        Menghadapi perjalanan politik ke depan, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI meminta seluruh kader menjadikan momentum 25 tahun Partai Demokrat sebagai titik kebangkitan.

        Ia menekankan bahwa kemenangan politik bukan sekadar tentang mendapatkan kursi di parlemen, tetapi harus memiliki tujuan yang lebih besar, yakni memperjuangkan kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.

        “Kita bangkitkan Partai Demokrat menuju keberhasilan dan kemenangan. Menang dengan tujuan, bukan hanya sekadar mengisi kursi.”

        Ia meminta seluruh kader untuk kembali ke daerah masing-masing dengan membawa semangat konsolidasi dan memperkuat hubungan dengan rakyat.

        “Kembali ke daerah, menangkan hati rakyat, dan jalankan perintah Partai Demokrat.”

        Menutup arahannya, Wakil Ketua MPR RI mengajak seluruh kader mempertahankan loyalitas dan semangat perjuangan partai.

        “Sekali Demokrat tetap Demokrat. Demokrat hadir di tengah rakyat, Demokrat hadir untuk Indonesia, untuk kemajuan, dan untuk kesejahteraan.”

        Ia menegaskan bahwa Demokrat harus terus bergerak sebagai partai yang memperjuangkan kepentingan rakyat, menjaga demokrasi, serta berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.

        Demokrat naik kelas, dekat dengan rakyat, bekerja untuk rakyat, dan siap memenangkan hati rakyat.

        Baca Juga: Hadiri HUT ke-25 Demokrat, Prabowo Sentil Pihak yang Suka 'Bakar-Bakar' dan Caci Maki Saat Kalah

        Antusiasme Kader dari Seluruh Penjuru Negeri

        Bimtek Nasional tersebut juga mendapat respons positif dari para kader yang hadir dari berbagai wilayah Indonesia. Mereka datang dari ujung timur hingga ujung barat Tanah Air dengan membawa semangat untuk mengikuti pendidikan politik sekaligus memperkuat konsolidasi Partai Demokrat.

        Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Rizki Natakusumah, menilai antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut sangat luar biasa. Menurutnya, semangat itu terlihat dari upaya peserta dari dalam maupun luar Pulau Jawa untuk tetap hadir meskipun menghadapi situasi force majeure akibat abu vulkanik erupsi Anak Krakatau.

        “Kehadiran Ketua Majelis Tinggi SBY, Ketua Umum AHY, dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI EBY selalu meningkatkan gairah agenda ini dengan semangat sekaligus menjadi pengingat arti perjuangan Demokrat,” ujar Rizki.

        Ia menilai kehadiran EBY bersama sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat dalam satu panel interaktif menjadi salah satu pembeda penting dalam kegiatan tersebut karena membuka ruang untuk menyerap aspirasi kader daerah dari Aceh hingga Papua untuk diperjuangkan di DPR RI.

        “Prinsip politik terbuka dan aspiratif terasa sangat hidup di sesi ini. Kami dari Badan Doktrin, Pendidikan dan Latihan DPP Partai Demokrat bersyukur dan gembira melihat semangat juang yang selama ini digaungkan oleh pimpinan kami, disambut hangat dan digenggam utuh oleh para kader dari seluruh penjuru negeri,” kata Rizki.

        Bagi Rizki, semangat para kader tersebut menunjukkan bahwa pendidikan politik tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertemukan aspirasi daerah dengan kerja-kerja politik di tingkat nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: