Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PSI: Anak Muda Bernama Gibran Sering Diejek, tapi 1 Hal yang Mereka Lupakan...

        PSI: Anak Muda Bernama Gibran Sering Diejek, tapi 1 Hal yang Mereka Lupakan... Kredit Foto: Antara/Mohammad Ayudha
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nama Gibran Rakabuming Raka terus menjadi sorotan usai pakar hukum Denny Indrayana mempermasalahkan pencalonannya sebagai Wakil Presiden pada Pilpres 2024. Di tengah kritik yang terus mengarah kepadanya, kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka justru menyoroti sisi lain dari sosok Gibran.

        Dedy menilai Gibran memang kerap menjadi sasaran ejekan hingga perlakuan yang menurutnya sudah berlebihan. Namun, ia mengingatkan ada satu hal yang disebutnya kerap dilupakan oleh pihak-pihak yang tidak menyukai Gibran.

        "Anak muda bernama Gibran Rakabuming Raka sering diejek, dilecehkan, diremehkan, bahkan seringkali perlakuan terhadap dirinya sudah di luar aktivitas manusia waras," tulis Dedy di akun X, Jumat (11/9/2026).

        Baca Juga: Dokter Tifa: Pilihan Politik Saya Jelas, Dukung Prabowo dan Menolak...

        Menurut Dedy, terlepas dari citra Gibran di mata orang-orang yang tidak menyukainya, ada fakta yang tidak bisa begitu saja diabaikan. Ia menyebut posisi Gibran sebagai Wakil Presiden termuda menjadi salah satu hal yang patut diperhitungkan.

        "Tapi, satu hal yang mereka lupakan bahwa beliau ini bagaimanapun jeleknya image di mata orang-orang yang tidak suka dengannya-secara faktual, obyektif dan nyata ia adalah Wakil Presiden termuda yang pernah diproduksi oleh Republik," ujarnya.

        Dedy kemudian menggambarkan Gibran sebagai sosok yang tidak banyak berbicara. Menurutnya, Gibran justru lebih banyak hadir dan mendengarkan.

        "Dia ngga banyak bicara, ia banyak hadir dan mendengarkan," lanjut Dedy.

        Baca Juga: Bencana Bertubi-tubi, Gibran: Saya Ucapkan Mohon Maaf yang Sebesar-besarnya

        Ia pun menyebut sikap tersebut sebagai salah satu kekuatan yang dimiliki Gibran, baik secara pribadi maupun ketika menjalankan tugas sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

        "Itulah kekuatan yang ia miliki sebagai manusia, maupun sebagai Wapres Republik," tambahnya.

        Pernyataan Dedy muncul ketika persoalan pencalonan Gibran resmi memasuki babak hukum. Diketahui, pakar hukum Denny Indrayana pada Kamis (10/9) kemarin telah mengajukan gugatan sengketa Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan tersebut menyoroti syarat pendidikan Gibran sebagai calon Wakil Presiden dalam Pilpres 2024.

        Denny berpendapat persoalan tersebut merupakan cacat yang sudah ada sejak awal pencalonan sehingga seharusnya berujung pada diskualifikasi Gibran.

        "Dengan argumen, cacat syarat pendidikan sejak awal, maka Gibran seharusnya didiskualifikasi sebagai Calon Wakil Presiden dalam Pilpres 2024," tulisnya di akun X.

        Tak hanya mempersoalkan tahapan pencalonan, Denny juga menilai pelantikan Gibran sebagai Wakil Presiden tidak serta-merta menghapus persoalan yang menurutnya sudah muncul sejak proses pencalonan.

        "Pelantikan, tidak menjadikan cacat syarat sejak pencalonan menjadi benar dan bisa dimaafkan," sambung dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: