Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA, Wilayah Udara Ditutup

        Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA, Wilayah Udara Ditutup Kredit Foto: Reuters/Christopher Pike
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Aljazair memutuskan hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) setelah ketegangan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Tak hanya memutus hubungan diplomatik, Aljazair juga menutup wilayah udaranya bagi seluruh pesawat sipil dan militer yang terdaftar di UEA.

        Dalam pernyataannya, Aljazair menuduh negara Teluk tersebut melakukan "tindakan provokatif dan bermusuhan". Namun, hingga kini belum jelas tindakan spesifik apa yang menjadi pemicu langsung keretakan hubungan kedua negara.

        Dilansir AFP, Jumat (11/9/2026), Kementerian Pertahanan Aljazair menyatakan larangan penggunaan wilayah udara tersebut mulai berlaku pada Jumat (11/9). Pengecualian diberikan untuk penerbangan komersial dari dan menuju bandara di Aljir, ibu kota Aljazair, yang tetap beroperasi hingga akhir 2026.

        Ketegangan antara Aljazair dan UEA sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune sebelumnya beberapa kali menyebut UEA sebagai "negara mikro" atau "negara kecil" yang berupaya menggoyahkan sejumlah negara di kawasan, termasuk Libya, Mali, dan Sudan.

        Aljazair mengatakan keputusan memutus hubungan diplomatik diambil setelah seluruh upaya untuk mempertahankan hubungan bilateral dinilai telah ditempuh. Negara Afrika Utara itu juga mengklaim telah berulang kali memperingatkan pemerintah UEA terkait tindakan yang dinilai semakin sulit diterima.

        "Aljazair tidak menyia-nyiakan upaya untuk menarik perhatian pihak UEA dan memperingatkan mereka terhadap konsekuensi buruk yang dapat timbul dari perilaku mereka yang disesalkan dan tidak dapat dibenarkan," kata Kementerian Luar Negeri Aljazair. Kementerian tersebut menambahkan bahwa UEA "tetap melanjutkan tindakannya, hingga mencapai titik di mana tindakan tersebut tidak lagi dapat diterima atau ditoleransi".

        UEA merespons keputusan tersebut dengan berharap pemutusan hubungan diplomatik hanya bersifat sementara. Kementerian Luar Negeri UEA juga menyatakan keinginannya untuk mempertahankan "hubungan persaudaraan" dengan Aljazair.

        Kritik Tebboune terhadap UEA bahkan kembali disampaikan dalam wawancara televisi pada Juli lalu. Saat itu, ia mengatakan "di mana pun mereka menginjakkan kaki, darah mengalir".

        Baca Juga: Rusia-China vs AS-Inggris-Prancis, Debat Sengit Sanksi Iran di PBB

        "Kami ingin mereka menjauh, agar darah tidak mengalir di negara kami," cetus Tebboune. Ia juga mengatakan pemutusan hubungan diplomatik "akan terjadi sejak lama" jika Aljazair tidak berusaha menghindari "memperparah perpecahan" di dunia Arab.

        Dengan keputusan terbaru tersebut, hubungan Aljazair dan UEA kini memasuki titik terendah setelah ketegangan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Penutupan wilayah udara bagi pesawat UEA semakin mempertegas dampak nyata dari memburuknya hubungan kedua negara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: