Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.534,69, Sempat Menguat Usai Reshuffle Menkeu

        IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.534,69, Sempat Menguat Usai Reshuffle Menkeu Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (14/9/2026) di zona merah. IHSG turun 6,7 poin atau 0,10% ke level 6.534,69.

        Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sepanjang perdagangan mayoritas bergerak di zona merah. Namun, indeks sempat berbalik ke zona hijau menjelang penutupan, seiring usai Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kena reshuffle dan digantikan oleh Suahasil Nazara.

        Di pasar, sebanyak 219 saham ditutup menguat, sementara 429 saham melemah dan 141 saham lainnya stagnan.

        Aktivitas perdagangan juga cukup tinggi. Nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp17,96 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 35,47 miliar saham yang ditransaksikan dalam 2,12 juta kali transaksi.

        Investor Menanti Kebijakan The Fed

        Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas menyebut pasar akan menunggu keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ) yang masing-masing dijadwalkan pada 16-18 September 2026.

        Phintraco menilai sentimen global masih menjadi perhatian pelaku pasar. Bursa Wall Street memang kembali menguat pada Jumat (11/9/2026), tetapi secara mingguan masih mencatat pelemahan.

        Koreksi harga minyak menjadi salah satu katalis positif bagi pasar saham pada akhir pekan lalu. Sementara itu, inflasi Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2026 tercatat 3,4% secara tahunan, sama seperti bulan sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar.

        Di sisi lain, Michigan Consumer Sentiment turun ke level 47,8 pada September. Pergerakan harga komoditas juga menjadi perhatian. Harga emas ditutup menguat 1,1% ke level US$4.363 per troy ounce pada Jumat (11/9/2026).

        Phintraco Sekuritas memperkirakan keputusan The Fed pada 16 September akan menjadi salah satu katalis utama pasar pekan ini. Investor selanjutnya akan mencermati keputusan BoE pada 17 September dan BoJ pada 18 September.

        Baca Juga: Transaksi Saham CASA Melonjak 57 Kali Lipat, Ini Penjelasan Manajemen ke BEI

        Baca Juga: Sempat Disuspensi, BEI Kembali Buka Perdagangan Saham Emiten Haji Isam

        Baca Juga: Menkeu Purbaya Diisukan Kena Reshuffle, Ini Dampaknya ke IHSG

        Selain kebijakan moneter, pasar juga menantikan potensi negosiasi antara negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC) dan Iran. Perkembangan tersebut dinilai dapat memengaruhi sentimen geopolitik sekaligus pergerakan harga komoditas.

        Untuk pasar domestik, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways dalam rentang 6.450-6.700 sepanjang pekan ini.

        Phintraco juga memasukkan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Indosat Tbk (ISAT) sebagai top picks pekan ini.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: