Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lebih Lunak ke Xi Jinping, Trump Izinkan Produsen China Bangun Pabrik Mobil di AS

        Lebih Lunak ke Xi Jinping, Trump Izinkan Produsen China Bangun Pabrik Mobil di AS Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perdebatan mengenai masuknya kendaraan asal China ke pasar Amerika Serikat kembali mengemuka. Sejumlah produsen otomotif besar AS melalui Aliansi untuk Inovasi Otomotif (AAI) mendesak Kongres memperketat akses kendaraan dan teknologi otomotif China ke pasar Negeri Paman Sam.

        AAI merupakan organisasi yang mewakili sejumlah produsen otomotif besar, termasuk General Motors, Ford, Toyota, Volkswagen, Hyundai, Honda, dan Stellantis. Aliansi tersebut meminta Kongres segera mengesahkan undang-undang yang melarang kendaraan, perangkat lunak, serta perangkat keras otomotif asal China sebelum masa sidang Kongres tahun ini berakhir.

        Dilansir Reuters, Presiden dan CEO AAI John Bozzella menilai langkah tersebut perlu dilakukan karena produsen otomotif China semakin agresif memperluas pasar kendaraan listrik ke berbagai negara.

        Menurut Bozzella, kendaraan China memang belum membanjiri pasar Amerika Serikat. Namun, perkembangan industri otomotif China dinilai memiliki skala dan urgensi yang perlu diantisipasi melalui kebijakan yang memiliki kekuatan hukum.

        Desakan AAI muncul setelah Komite Perdagangan Senat AS menyetujui rancangan undang-undang mengenai keamanan kendaraan terhubung atau connected vehicles pada 22 Juli lalu.

        Di tengah dorongan pembatasan tersebut, Presiden AS Donald Trump justru menyatakan tidak keberatan jika produsen otomotif China membangun fasilitas produksi di Amerika Serikat.

        Trump menyatakan investasi tersebut dapat diterima selama proses manufaktur melibatkan tenaga kerja lokal. Ia membandingkan rencana tersebut dengan pabrikan otomotif Jepang yang telah membangun fasilitas produksi di AS dan mempekerjakan pekerja setempat.

        Meski membuka peluang bagi pembangunan pabrik, Trump menegaskan pembatasan terhadap impor kendaraan China tetap berlaku. Pemerintah AS sebelumnya telah menerapkan tarif bea masuk yang melampaui 100 persen terhadap kendaraan China sejak awal 2025.

        Baca Juga: Khawatir Kondisi Minyak Dunia, Trump Minta Zelensky Tak Serang Kilang Rusia

        Pernyataan Trump tersebut mendapat tanggapan kritis dari sejumlah anggota parlemen. Senator Elissa Slotkin menilai masuknya kendaraan China ke pasar AS melalui pembangunan fasilitas produksi dapat menimbulkan persoalan bagi pasar otomotif nasional.

        Sementara itu, AAI tetap mendorong Kongres menetapkan larangan secara permanen. Bozzella menilai produsen otomotif China tengah memperluas pasar global melalui kendaraan yang disebutnya mendapatkan subsidi serta dilengkapi perangkat lunak dan perangkat keras terhubung.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: