Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Politisi PSI: Siapa Pun Pasangan Prabowo di 2029 Bisa Tumbang Jika MBG Gagal

        Politisi PSI: Siapa Pun Pasangan Prabowo di 2029 Bisa Tumbang Jika MBG Gagal Kredit Foto: BPMI/Laily Rachev
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, menilai siapa pun pasangan Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 akan menghadapi tantangan berat untuk meraih kemenangan.

        Menurutnya, keberhasilan program-program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), akan sangat menentukan peluang Prabowo untuk kembali terpilih.

        "Kalau menurut saya, siapa pun pasangan Prabowo Subianto di tahun 2029 akan sangat berat jika program-program strategis nasionalnya tidak segera di bereskan,' tulisnya  di akun X pribadinya, dikutip Kamis (17/9).

        "Kalau program seperti MBG benar-benar di bereskan, maka rakyat Indonesia akan dengan hati memilih beliau untuk periode ke dua," imbuhnya.

        Namun, jika program-program tersebut tidak berjalan sesuai harapan, maka siapa pun pasangan Prabowo berpotensi menghadapi penantang baru yang memiliki semangat perubahan lebih besar.

        Dedy kemudian menyebut sejumlah tokoh yang dinilainya berpotensi menjadi kontestan pada Pilpres 2029. Mereka antara lain Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

        "Ada AHY, ada KDM, ada Pramono, ada Anies, ada Ganjar, ada Ahok, ada Purbaya, ada Muhaimin, ada Bahlil, ada Gibran, dan ada politisi perempuan dari Timur yang juga sedang bersinar," ungkap Dedy.

        Baca Juga: Persaingan Pilpres Sudah Terasa di Istana, 'Kalau Prabowo Tak Bisa Ikutin Polanya Gibran, Bisa 'Lewat' Dia'

        Menurutnya, tahun 2029 berpotensi menjadi momentum hadirnya banyak wajah baru yang ingin membenahi berbagai persoalan bangsa.

        "Jadi, tahun 2029 adalah tahun di mana ada begitu banyak wajah baru yang bersemangat ingin membereskan problem Indonesia sebagai bangsa. Artinya demokrasi Indonesia sedang bersemangat," tandasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: