Rp106 Triliun Ludes, Ribuan Koperasi Desa Merah Putih Malah Terdaftar di Hutan dan Laut
Kredit Foto: Twitter/Mohamad Guntur Romli
Politisi Mohamad Guntur Romli, mengkritik program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang disebut telah menyerap anggaran sebesar Rp106 triliun.
Meski telah menelan anggaran ratusan triliun rupiah, Guntur menyoroti temuan ribuan unit koperasi yang terdaftar di lokasi tidak semestinya, seperti kawasan hutan, sungai, danau, hingga laut berdasarkan data Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).
"Rp106 Triliun Ludes, Ribuan Kopdes Merah Putih Malah Numpang di Hutan, Sungai, Danau dan Tengah Laut? Hasil kerja Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi (Stranas PK) mengungkap 16.734 lokasi Kopdes tercatat di kawasan hutan, 102 di sungai dan danau, dan 118 di laut," tulis Guntur Romli di akun X pribadinya, dikutip Jumat (18/9).
Oleh sebab itu, menurutnya, KDMP menjadi kontroversi publik layaknya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menghabiskan anggaran hampir Rp1 triliun per hari.
"Kalau MBG identik dengan kejadian keracunan, sementara KDMP identik dengan proyek pemborosan," tegasnya.
Guntur Romli menekankan perlunya verifikasi lokasi dan data spasial, serta pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran proyek yang dinilai masih minim unit yang siap beroperasi.
Baca Juga: Prabowo: Pemerintahan Kita Tidak Gagal, MBG dan Kopdes Salahnya Apa?
Sementara itu, pihak Agrinas menyatakan bahwa secara riil di lapangan, lokasi yang benar-benar bermasalah atau salah penempatan hanya sekitar sembilan titik. Selebihnya, menurut mereka, merupakan kesalahan teknis dalam pembacaan data koordinat atau dampak dari penyebaran ulang informasi di media sosial secara masif.
Senada dengan itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut jumlah gerai yang berada di lokasi tidak ideal kurang dari 10 titik dari total puluhan ribu unit yang telah dibangun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya