Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rupiah Dibuka Melemah, Dibayangi Konflik Timur Tengah

        Rupiah Dibuka Melemah, Dibayangi Konflik Timur Tengah Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak ke zona merah setelah sempat menguat tipis pada akhir pekan lalu. Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali pelemahan ke posisi Rp17.780 atau mengalami pelemahan 0,28 persen.

        Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan untuk perdagangan Senin ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.750 - Rp17.800. 

        "Sedangkan untuk perdagangan pekan depan di Rp17.650-Rp18.000," kata Ibrahim kepada wartawan.

        Ibrahim mengatakan tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Salah satu perhatian pasar adalah kembali memanasnya konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran.

        Situasi tersebut menambah risiko terhadap pasokan minyak dunia, terutama setelah konflik sebelumnya mengganggu lalu lintas energi melalui Selat Hormuz.

        Namun, pasar juga mencermati kemungkinan Arab Saudi memulihkan sebagian aliran minyak melalui pipa Timur-Barat yang sempat mengalami kerusakan akibat serangan drone.

        “Pasar justru lebih mencermati tanda-tanda Arab Saudi mungkin dapat memulihkan sebagian aliran minyak melalui pipa Timur-Barat miliknya, yang sempat rusak akibat serangan pesawat nirawak (drone) pekan lalu,” ujar Ibrahim dalam risetnya. 

        Ketidakpastian pasokan energi masih berlanjut setelah Angkatan Laut Garda Revolusi Iran menyatakan sebuah kapal tanker berbendera Togo diserang ketika mencoba melintasi Selat Hormuz. Perkembangan tersebut kembali meningkatkan perhatian pasar terhadap potensi gangguan distribusi minyak global.

        Baca Juga: Dalam Sepakan, Rupiah Tertekan 0,83 Persen

        Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.729 di Awal Perdagangan Pagi Ini

        Selain konflik di Timur Tengah, pasar juga mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan keputusan terkait kemungkinan kembali melakukan aksi militer berskala besar terhadap Iran.

        China juga mengambil langkah diplomatik dengan mendorong Washington dan Teheran menahan diri serta membuka kembali Selat Hormuz. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga melakukan konsultasi dengan pejabat China dan Pakistan. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: