Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dari Rantai Pasok hingga IPO, Kementerian UMKM Siapkan Ekosistem Baru

        Dari Rantai Pasok hingga IPO, Kementerian UMKM Siapkan Ekosistem Baru Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong usaha menengah menjadi penghubung bagi usaha mikro dan kecil agar dapat masuk ke rantai pasok industri, memperluas pasar, dan memperoleh akses pembiayaan.

        Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan posisi usaha menengah strategis untuk menjembatani pelaku usaha mikro dan kecil dengan perusahaan berskala lebih besar.

        “Usaha menengah di tengah menjadi anchor-nya, agar mikro dan kecil terhubung dengan rantai pasoknya,” kata Bagus dalam acara Antara Business Forum di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

        Menurut Bagus, pengembangan UMKM membutuhkan ekosistem yang mencakup legalitas, penguatan kapasitas, sertifikasi, akses pembiayaan, kemitraan, hingga perluasan pasar.

        Salah satu skema yang tengah dikembangkan adalah Holding UMKM. Skema tersebut dirancang sebagai ekosistem kemitraan bisnis berbasis klaster dengan usaha menengah berperan sebagai anchor yang menghubungkan pelaku usaha mikro dan kecil ke rantai pasok yang lebih luas.

        Bagus menjelaskan pendekatan berbasis klaster diperlukan agar UMKM tidak berjalan sendiri-sendiri. Melalui skema tersebut, pelaku usaha dapat terhubung dengan agregator, inkubator, akses pemasaran, serta pembiayaan sesuai dengan kebutuhan pengembangan bisnis.

        Dari sisi pembiayaan, pemerintah juga memperluas akses usaha menengah ke pasar modal. Upaya tersebut dilakukan melalui program Rise to IPO bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membuka peluang bagi usaha menengah memperoleh pendanaan melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

        "UMKM sekarang juga bisa IPO. Ada program akselerasi papan pengembangan Bursa Efek Indonesia yang sudah menghimpun dana hingga Rp2 triliun, ini koordinasi atau kolaborasi kami dengan pengusaha Indonesia," kata Bagus.

        Baca Juga: Ekonomi Kreator Indonesia Diproyeksi Sumbang Rp6.000 Triliun pada 2030, UMKM Harus Maksimalkan ROI

        Baca Juga: Biaya Marketplace Tembus 18%, UMKM Mulai Cari Cara Selamatkan Margin

        Di sisi pemasaran, Kementerian UMKM mendorong integrasi layanan agar pelaku usaha memperoleh akses ke pasar domestik maupun ekspor.

        Bagus mencontohkan kerja sama dengan Kementerian Perdagangan untuk menghubungkan layanan ekspor dengan ekosistem layanan UMKM melalui pemanfaatan platform InaExport sebagai National Export Gateway Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: