Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemprov DKI Perkuat Kolaborasi BUMD-BUMN, Transportasi dan Energi Rendah Karbon Jadi Fokus

        Pemprov DKI Perkuat Kolaborasi BUMD-BUMN, Transportasi dan Energi Rendah Karbon Jadi Fokus Kredit Foto: Bank Jakarta
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat 52 kerja sama strategis yang melibatkan badan usaha milik daerah (BUMD) hingga triwulan III/2026. Kolaborasi tersebut terdiri atas 27 kerja sama BUMD dengan badan usaha milik negara (BUMN) dan 25 kerja sama antar-BUMD yang melibatkan 14 perusahaan daerah.

        Kerja sama tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai dari transportasi publik, infrastruktur digital, pengelolaan air bersih dan air limbah, hingga pembiayaan perumahan dan energi rendah karbon. Pemprov DKI Jakarta mendorong agar berbagai kesepakatan itu segera direalisasikan untuk memperkuat kinerja bisnis BUMD sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.

        Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan 15 kerja sama lintas sektor di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta. Kolaborasi itu melibatkan BUMD, BUMN, dan perangkat daerah untuk mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan.

        Gubernur DKI Jakarta menegaskan bahwa pembangunan kota membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem, termasuk perusahaan daerah yang memiliki fungsi bisnis sekaligus mendukung pelayanan masyarakat.

        “Ukuran keberhasilan kita bukan pada seberapa banyak perjanjian yang ditandatangani, melainkan pada seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga Jakarta dari kerja sama ini,” ujarnya.

        Menurut dia, BUMD memiliki peran strategis sebagai Special Mission Vehicle (SMV) yang tidak hanya mengejar kinerja usaha, tetapi juga mendukung agenda pembangunan daerah. Karena itu, setiap kerja sama perlu disertai program konkret, target terukur, dan tata kelola yang baik.

        Dari 15 kerja sama yang ditandatangani, sebagian diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan infrastruktur perkotaan.

        Di sektor transportasi, Bank Jakarta bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta terkait pembiayaan elektrifikasi armada operator. Bank Jakarta juga menandatangani perjanjian kredit dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas.

        Sementara itu, PT Jakarta Infrastruktur Propertindo menjalin kerja sama dengan PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia untuk pemanfaatan sarana pendukung telekomunikasi dan layanan konektivitas. Kolaborasi dengan PT Danareksa (Persero) juga mencakup penyelenggaraan media periklanan, CCTV, pusat data, serta teknologi informasi dan komunikasi.

        Pada pengembangan kawasan, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan PT MRT Jakarta bekerja sama untuk pengembangan properti dan transit-oriented development (TOD) pada jalur MRT Jakarta East–West.

        Kerja sama tersebut memperlihatkan upaya Pemprov DKI menghubungkan kebutuhan infrastruktur transportasi, teknologi, dan pengembangan kawasan dalam satu ekosistem perkotaan.

        Jajaki Biofuel dari Limbah dan Energi Hidrogen

        Kolaborasi lintas sektor juga menyasar pengembangan energi rendah karbon.

        Perumda Paljaya bersama PT Pertamina (Persero) menjajaki pemanfaatan limbah fat, oil, and grease (FOG) sebagai bahan baku biofuel. Adapun PT Transportasi Jakarta bekerja sama dengan Pertamina untuk mengembangkan ekosistem hidrogen dan pemanfaatan energi rendah karbon pada transportasi publik.

        Di sektor kesehatan, delapan BUMD bekerja sama dengan Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA), yang menaungi 31 rumah sakit daerah. Kolaborasi ini meliputi rantai pasok pangan, pengelolaan limbah medis dan nonmedis, layanan air bersih, pembiayaan dan penjaminan, serta integrasi layanan wisata kesehatan dan perhotelan.

        Untuk memperluas akses pembiayaan perumahan, Bank Jakarta dan Jamkrida Jakarta bekerja sama dengan perangkat daerah guna mendukung Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja sektor informal.

        Selain kerja sama bisnis, Pemprov DKI juga mengembangkan program peningkatan kompetensi masyarakat bersama Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi. Hingga akhir 2026, program tersebut direncanakan mencakup 16 kelas dengan total 320 peserta.

        Materi pelatihan meliputi bahasa asing, pemasaran digital, pembuatan konten, juru gambar, housekeeping, hospitality, dan kelistrikan untuk mendukung kesiapan kerja masyarakat.

        Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta menyatakan sinergi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat kinerja perusahaan daerah, mendorong inovasi, dan meningkatkan efisiensi layanan publik.

        “Dari 15 kerja sama tersebut, kami melihat bahwa masa depan Jakarta tidak dibangun secara sektoral, tetapi melalui kemitraan strategis lintas sektor. Sinergi adalah jembatan menuju ekosistem perkotaan yang tangguh, modern, dan mandiri,” ujarnya.

        Baca Juga: Sebut PAM Jaya Contoh Ekstrem Transformasi BUMD, Pramono Targetkan Laba Rp1,3 T pada 2026

        Baca Juga: Pemprov DKI Teken 15 Kerja Sama Strategis BUMD-BUMN, Pramono: Jangan Sekadar Seremoni

        Baca Juga: Sinergi BUMD: Pemprov DKI Targetkan Seluruh Armada TransJakarta Berbasis Listrik pada 2029

        Pemprov DKI menargetkan transformasi Jakarta menuju jajaran Top 50 Global City pada 2030. Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah daerah mendorong penguatan infrastruktur, konektivitas, teknologi informasi, energi terbarukan, dan kualitas pelayanan publik.

        Meski demikian, materi yang disampaikan belum merinci nilai investasi, target pendapatan, maupun proyeksi manfaat ekonomi dari 52 kerja sama yang tercatat hingga triwulan III/2026. Karena itu, realisasi proyek, dampak terhadap kinerja BUMD, dan manfaat langsung bagi masyarakat akan menjadi indikator penting untuk menilai efektivitas kolaborasi tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: