Menteri Perdagangan Budi Santoso (kedua kiri) mendapat penjelasan dari Toni Anandya, pemilik Argotelo (kiri), usaha olahan singkong di Salatiga baru-baru ini. Pada kunjungannya, Mendag Busan mengapresiasi inovasi Argotelo dalam mengembangkan olahan singkong dan menegaskan komitmen Pemerintah untuk terus mendukung pengembangan bisnis Argotelo. Argotelo merupakan brand dari olahan singkong asal Salatiga yang dibangun Toni Anandya pada 2016 dengan modal terbatas dan kapasitas produksi hanya 10 Kg. Pada 2018, Toni sukses memasarkan produknya melalui daring, dan saat ini 90% penjualan nya menggunakan daring. Kini Argotelo telah memiliki 25 varian produk olahan singkong mulai dari gemblong lumer, getuk, singkong fla, stik tela tela, rondo royal, mento, nugget singkong, dan molen tape dengan kapasitas produksi 500 ton per tahun. Pada 2025 Argotelo mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang digelar Kementerian Perdagangan, even ini mengantarkannya menembus panggung internasional dan berhasil mengekspor produknya ke Australia,