Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Program Aksi Pangan OJK Meluncur Desember 2016

Program Aksi Pangan OJK Meluncur Desember 2016 Kredit Foto: Fajar Sulaiman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan meluncurkan program AKSI (Akselerasi, Sinergi dan Inklusi) Pangan untuk sektor Pertanian dan Peternakan. Hal ini sebagai wujud implementasi regulator dalam program 'Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat' yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo di Brebes, Jawa Tengah, April 2016 lalu.

Plt Deputi Komisioner Manajemen Strategis 1B OJK Slamet Edy Purnomo mengatakan, Rencananya OJK akan meluncurkan program AKSI Pangan pada Desember mendatang.

"Insya Allah akan lauching di minggu ketiga bulan Desember 2016. Lokasinya nanti di luar pulau Jawa," ujar Slamet Edy dalam sambutannya pada acara Winner Camp Lomba Karya Tulis dan Foto OJK 2016 di Jakarta, Rabu malam (16/11/2016).

Lebih jauh dia mengungkapkan program ini nantinya akan lebih fokus kepada kestabilan harga 11 komoditas bahan pangan pokok yang sering menyumbangkan inflasi Indonesia menjadi besar dan tidak terkendali.

Adapun 11 komoditas dimaksud di antaranya adalah padi, jagung, kedelai, daging sapi, daging ayam, bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan cabai keriting. "Menjaga 11 komoditi saja itu inflasi bs stabil," ungkapnya.

Lebih jauh katanya, untuk menjaga 11 komoditas tersebut, OJK berupaya memotong mata rantai tengkulak yang menyebabkan harga bahan pangan mahal ketika sampai di konsumen. Untuk mencapai itu, OJK berencana akan melibatkan ecommerce.

"Kita harapkan nanti ada peran ecommerce untuk masuk kesitu. Itu menolong petani dan bisa langsung ke end user jadi lbh murah. Jadi dari hulu ke hilir kita upayakan tidak ada hambatan," tandas dia.

Selain menjaga kestabilan 11 komoditas pangan, program AKSI Pangan ini bertujuan untuk mempercepat peningkatan kredit perbankan ke sektor pertanian dan peternakan, peningkatan kapasitas usaha dan keahlian petani melalui berbagai pembinaan, dan mendorong adanya asuransi usha tani agar petani teelindungi dari ancaman gagal panen.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Sucipto

Advertisement

Bagikan Artikel: