Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kekalahan Amerika Serikat di Timur Tengah Sudah Jelas untuk Dunia, Begini Kata Jenderal Iran

Kekalahan Amerika Serikat di Timur Tengah Sudah Jelas untuk Dunia, Begini Kata Jenderal Iran Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran mengklaim posisi Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah semakin melemah seiring berlanjutnya konflik antara kedua negara. Bahkan, pejabat senior militer Iran menyebut kekalahan Washington dalam perang melawan Teheran kini sudah terlihat jelas di mata dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Urusan Politik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Yadollah Javani. Ia menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini berada dalam posisi sulit setelah berbagai perkembangan terbaru di kawasan.

Baca Juga: Jutaan Keluarga Mulai Kesulitan Cari Makanan, Ancaman Kelaparan Tengah Mengintai Amerika

Menurut Javani, strategi yang dijalankan Washington gagal mencapai tujuan utama yang diinginkan sejak awal konflik. Ia menyebut Amerika justru menghadapi kemunduran politik dan militer yang semakin nyata.

"Trump, yang kekalahannya dalam perang telah menjadi jelas bagi siapa pun, sekarang menghadapi dua jalan ke depan," kata Javani, dikutip Selasa (2/6).

Pejabat IRGC tersebut menilai Iran justru berhasil memperkuat posisinya selama konflik berlangsung. Salah satu indikator yang diklaim menjadi keuntungan strategis Teheran adalah meningkatnya pengaruh Iran di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran energi terpenting di dunia.

Menurut Javani, posisi Iran saat ini jauh lebih kuat dibandingkan saat konflik dimulai. Ia bahkan menyebut Republik Islam berada dalam posisi superior untuk menentukan arah penyelesaian krisis.

"Iran telah memenangkan pertempuran ini, dan Amerika Serikat sedang menuju spiral kekalahan dan kemunduran," ujarnya.

Klaim kemenangan tersebut muncul di tengah masih berlangsungnya negosiasi antara Washington dan Teheran mengenai kerangka perdamaian baru. Sejumlah media Barat melaporkan pemerintahan Trump telah mengajukan revisi proposal kesepakatan dengan syarat yang lebih ketat kepada Iran.

Meski demikian, Iran tetap menunjukkan sikap percaya diri dalam proses diplomasi yang sedang berjalan. Pemerintah Iran menilai posisi tawar mereka kini lebih kuat karena mampu bertahan menghadapi tekanan militer maupun ekonomi dari Amerika Serikat.

Javani juga memperingatkan bahwa setiap tindakan militer baru terhadap Iran akan mendapat respons yang lebih keras dan tidak terduga dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga: Hasil Medical Check-Up Presiden Dirilis, Terjawab Sudah Kelayakan Trump Pimpin Amerika di Usia Senja

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana elite militer Iran berusaha membangun narasi bahwa konflik terbaru justru mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah dan memperlemah pengaruh Amerika Serikat di kawasan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar