Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Wisconsin Desak Penghitungan Ulang Suara Pemilu AS

Wisconsin Desak Penghitungan Ulang Suara Pemilu AS Kredit Foto: Arif Hatta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Komisi pemilihan umum di Wisconsin telah menerima permintaan perhitungan ulang suara hasil pemilu yang dimenangkan oleh Donald Trump lebih dari dua minggu yang lalu. Suara kandidat dari Partai Republik tersebut menang tipis dari pesaingnya Hillary Clinton. Permintaan tersebut diajukan oleh kandidat presiden dari Partai Hijau Jill Stein.

Stein juga mengajukan permohonan untuk perhitungan ulang suara di Michigan dan Pennsylvania. Kemenangan oleh Hillary Clinton di Wisconsin saja tidak akan membalikkan kemenangan Trump. Di negara bagian terseut, Trump hanya unggul sekitar 10 electoral vote yang memberikannya kemenangan pada pemilu 8 November.

Namun, kemenangan di Wisconsin, Michigan (16 electoral votes) dan Pennsylvania (20 electoral vote) akan merebut kursi kepresidenan untuk Partai Demokrat.

Mengutip BBC di Jakarta, Sabtu (26/11/2016), Komisi pemilu Wisconsin menuliskan tweet "Komisi sudah menerima petisi dari Stein dan Del La Fuente untuk perhitungan kembali suara hasil pemilihan." Komisi pemilu Wisconsin menambahkan bahwa detil penjelasan akan dirilis dalam waktu dekat.

Sementara itu, Stein menuliskan tweet bahwa perhitungan ulang suara akan dimulai pada pekan depan. Jumat pekan depan adalah batas akhir dari permohonan tersebut. Dibutuhkan banyak dana untuk mengadakan perhitungan suara ulang di ketiga negara bagian tersebut. Oleh karenanya, Stein harus melakukan kampanye untuk mendapatkan dana jutaan dolar.

Dalam situs resmi milik Stein, hingga saat ini pihaknya sudah berhasil mengumpulkan dana hampir mencapai US$ 5,3 juta. Adapun target pengumpulan dana mencapai US$ 7 juta. Dana yang sudah terhimpun tersebut dinilai cukup untuk perhitungan ulang di Wisconsin dan Pennsylvania.

Pengacara ahli pemilihan umum, John Bonifaz dan J Alex Halderman, direktur University of Michigan Center for Computer Security and Society, mendesak tim Cinton untuk meminta penghitungan suara ulang di dua negara bagian yang dimenangkan secara tipis oleh Donald Trump, yakni Wisconsin dan Pennsylvania, juga di Michigan, yang menunjukkan keunggulan tipis Trump. Halderman memperingatkan betapa rawannya mesin pemungutan suara yang tanpa kertas suara.

Permintaan ulang perhitungan suara ini dilakukan setelah hasil suara di tiga negara bagian berbeda dengan hasil prediksi polling. Ada dugaan, hasil pemilu diretas oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab. Bahkan ada kecemasan interfensi Rusia dalam hal ini.

Para pejabat AS mengatakan tidak ada bukti bahwa pemilu di tiga negara bagian tersebut mengalami gangguan di mana kandidat Partai Republik Donald Trump memiliki kemenangan sangat tipis atas saingannya Demokrat. Sementara itu, kubu Trump belum memberikan komentar atas isu ini.

Trump meraih 290 electoral votes dalam pemilu November, sementara Clinton hanya mampu meraih 232 electoral votes.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Gregor Samsa
Editor: Cahyo Prayogo

Tag Terkait: