Kredit Foto: Arif Hatta
Jika terjadi perang dagang antara Amerika Serikat dan China maka petani AS akan menjadi salah satu yang akan terkena dampak paling besar.
Ketika Presiden Trump menerapkan bea masuk 45 persen untuk produk China maka hubungan dagang keduanya bakal memburuk. Artinya, kegiatan ekspor dan impor akan terhenti. Ancaman perang dagang tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi petani di AS sebab ekspor kedelai AS ke China cukup signifikan. Mereka sangat khawatir perang dagang dengan China benar-benar terjadi.
"Ekspor terbesar AS ke China adalah produk pertanian. Jika Amerika melaksanakan niatnya memulai perang dagang, China bisa saja merespons dengan memberhentikan ekspor dari Amerika," kata Brad Setser, anggota Dewan Hubungan Luar Negeri Amerika Serikat, seperti dikutip dari laman CNBC di Jakarta, Jumat (3/2/2017).
Berdasarkan catatan Departemen Pertanian Luar Negeri AS, China adalah pasar kedua terbesar dari ekspor pertanian AS. Pada 2015, nilai ekspor produk pertanian AS ke China tercatat sebesar US$20,2 miliar di mana sebesar US$10,5 miliar disumbangkan dari ekspor kedelai.
Artinya, sebagai pembalasan bagi ancaman Amerika, China akan mengambil tindakan dengan menghentikan impor kedelai dan jagung. Peningkatan?ketegangan antara AS dan China akan sangat berdampak pada industri pertanian di AS.
Namun, petani bukan satu-satunya yang akan terkena imbasnya. Costco, yang menjual kacang kering dan cranberry dalam jumlah besar melalui e-commerce raksasa China, Alibaba Web Tmall sejak 2014, juga akan menerima akibatnya.
Menurut sebuah studi yang dilakukan pada November 2016 oleh Kamar Dagang AS, jika hubungan dagang Amerika dan China membaik maka produk-produk pertanian akan berkontribusi sebesar US$11,75 miliar bagi ekonomi Amerika dan senilai US$3,82 miliar bagi China sejak 2016 hingga 2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Gregor Samsa
Editor: Cahyo Prayogo
Tag Terkait: