Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Teknologi Oven Italia Masuk Kampus, Giues Lecture Akpar NHI Bandung Jawab Kesenjangan SDM Hospitality

Teknologi Oven Italia Masuk Kampus, Giues Lecture Akpar NHI Bandung Jawab Kesenjangan SDM Hospitality Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Kota Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai pusat inovasi pendidikan pariwisata dan kuliner. Kali ini, sentuhan teknologi dapur modern asal Italia hadir langsung di ruang kelas melalui program guest lecture yang digelar di Akpar NHI Bandung.

Kegiatan bertajuk Giues Lecture ini menjadi langkah konkret menjawab tantangan besar dalam ekonomi kreatif Indonesia, yakni kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan vokasi dengan kebutuhan nyata industri hospitality.

Melalui kolaborasi strategis, PT Multi Flashindo Karisma (MFK) menggandeng produsen oven profesional asal Italia, Tecnoeka, untuk menghadirkan pengalaman belajar berbasis teknologi terkini bagi mahasiswa.

Program ini menghadirkan langsung Chef internasional, Daniele Gagliardi, yang memberikan pelatihan sekaligus demonstrasi penggunaan smart kitchen technology, termasuk Combi Oven Eka, peralatan dapur modern yang sudah menjadi standar di hotel-hotel bintang lima dunia.

Lebih dari sekadar kuliah tamu, kegiatan ini dirancang sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan industri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung dengan teknologi yang akan mereka hadapi di dunia kerja.

Di tengah tekanan biaya operasional sektor Food & Beverage (F&B) yang terus meningkat, penggunaan teknologi seperti Combi Oven Eka menjadi solusi nyata. Peralatan ini mampu menghadirkan konsistensi kualitas masakan, meminimalkan kesalahan manusia, serta menekan pemborosan bahan baku. Selain itu, efisiensi energi dan waktu juga menjadi nilai tambah yang krusial bagi dapur profesional dengan ritme kerja tinggi.

Marketing Manager MFK, Adhi Thio Nagara, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan investasi jangka panjang untuk industri.

“Kami tidak hanya menghadirkan produk berkualitas internasional ke pasar Indonesia, tetapi juga memastikan ekosistem pendukungnya yaitu para calon profesional yang siap memaksimalkan teknologi tersebut untuk mendukung kemajuan industri hospitality kita,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga: Banjir Produk Impor di Dalam Negeri, Begini Cara Brand Lokal Bandung Melejit hingga Tembus Pasar Swiss

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi, tanya jawab, hingga demonstrasi memasak berbasis presisi. Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi, menandakan kebutuhan akan pembelajaran berbasis teknologi memang semakin mendesak.

Sebagai kota tujuan wisata unggulan, Bandung membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya piawai memasak, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dapur modern. Kolaborasi antara MFK, Tecnoeka, dan Akpar NHI Bandung ini diharapkan menjadi model kemitraan ideal antara sektor industri dan pendidikan.

Ke depan, sinergi semacam ini diyakini mampu memperkuat daya saing SDM Indonesia di kancah global sekaligus mendorong pertumbuhan industri hospitality yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: