Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Megawati Ingatkan Pentingnya Pemahaman Geopolitik

Megawati Ingatkan Pentingnya Pemahaman Geopolitik Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa pelajaran tentang geopolitik sangatlah penting ditanamkan kepada putra dan putri Indonesia, khususnya bagi para calon pemimpin bangsa.

"Ilmu tentang geopolitik inilah yang ditanamkan oleh Proklamator Kemerdekaan RI, Ir Soekarno ketika kemerdekaan Indonesia telah diproklamasikan," kata Megawati saat meresmikan Monumen Proklamator Kemeredekaan RI, Ir Soekarno di halaman Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Rabu (25/5/2017).

Dia meminta agar calon pemimpin bangsa dari seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke dikumpulkan untuk dapat saling mengenal dan mempererat persaudaraan dengan diberikan penceramah geopolitik.

Peresmian monumen patung Proklamator Kemerdekaan RI di Lemhannas merupakan rangkaian dari peringatan acara HUT Lemhannas ke-52 yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei.

Pada acara yang dibuka dengan tarian Bali Sri Kamewali itu, hadir sejumlah tokoh diantaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly, Gubernur Lemhanas Agus Widjojo, Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Kemudian, Guruh Soekarnoputra, Sukmawati Soekarnoputri, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Mantan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, serta sejumlah tokoh lainnya.

Megawati mengatakan, geopolitik itu adalah ilmu yang harus diketahui anak bangsa agar memahami dan menyadari di mana masyarakat berada sebagai manusia Indonesia.

"Sebab kalau kita tidak tahu di mana posisi kita, maka kita akan berpikir bahwa bangsa Indonesia bukan apa-apa. Badan kita menyebut orang Indonesia tapi cara berpikir kita ikut orang luar," jelasnya.

Megawati menambahkan, kalau calon pemimpin bangsa Indonesia ikut belajar geopolitik, maka mereka akan memahami bagaimana membangun mental sebagai bangsa yang kuat dan bagaimana membangun strategi menuju kejayaan Indonesia.

Dia menjelaskan, keberadaan monumen Proklamator Bung Karno di Lemhannas itu sangat tepat karena Bung Karno saat menjadi Presiden, untuk pertama kalinya membuat tempat pendidikan yang sekaligus juga tempat pengkajian ilmu.

Oleh karena itu, sambung Megawati, hakikat dari Lemhannas ini untuk dikembalikan kepada rohnya sebagai tempat menimba pengetahuan dan mengkaji kebangsaan yang kuat. Sehingga yang ada di Papua tak akan merasa sentris Papua tapi Indonesia, begitu juga yang di Aceh dan lainnya. "Dari sini Bhinneka Tunggal Ika benar-benar dihayati sebagai keberagaman. Tak mungkin Indonesia diseragamkan, dan dalil apa pun kalau itu berlawanan dengan kebhinnekaan akan gampang diruntuhkan. Kita sudah ditakdirkan oleh Allah SWT sebagai bangsa yang keberagamannnya luar biasa. Bukan hanya manusianya saja tapi juga 'resources' nya juga luar biasa," tegas Megawati.

Ketua Umum PDI Perjuangan ini menambahkan, sosok dan pemikiran Bung Karno sebagai Proklamator kemerdekaan haruslah diketahui. Dari sisi keilmuan, Bung Karno mendapatkan predikat honoris causa yang jumlahnya sebanyak 23 buah dalam segala ilmu.

Bukan hanya politik tapi juga hukum, sosial, budaya dan sebagainya, dimana predikat honoris causa itu ada dari negara di Eropa, Asia, Afrika dan Benua lainnya.

"Jadi alangkah sayang kalau Indonesia malah ingin menenggelamkan nama Bung Karno. Semestinyalah kita secara objektif dan rasional mengetahui siapa sebenarnya sosok Bung Karno ini. Mengapa dapat memerdekakan suatu bangsa yang kemudian disebut Indonesia," ujarnya.

Menurut dia, ada perkataan Bung Karno yang perlu diingat bahwa bangsa ini lemah bila mudah dipecah belah dan diadu domba. Hal itu yang membuat Indonesia dijajah hingga 350 tahun.

"Karena itulah maka penting sekali dikaji dan dipelajari tentang bagaimana kebhinnekaan dan persatuan itu dibangun dan diperkuat," jelasnya.

Mengingatkan masyarakat Pada kesempatan sama, Gubernur Lemhannas Agus Widjojo mengatakan, pembangunan monumen proklamator ini sangat penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa pada 20 Mei 1965 Ir Soekarno meresmikan Lemhanas dan diikuti dengan kualiah umum kursus reguler geopolitik.

Hal itu dilakukan Bung Karno dengan dasar pemahaman bahwa seseorang tak bisa membangun bangsa yang kuat tanpa pengetahuan geopolitik.

"Dengan ilmu geopolitik, maka Indonesia bisa memahami percarutan politik dunia. Dan dengan ilmu itu kita sebagai bangsa akan mampu menapaki tujuan nasional kita," ujarnya.

Selain itu, Bung Karno juga berpesan bahwa penting sekali bagi pemimpin untuk memahami jati diri bangsa dan negaranya. Setiap pemimpin harus memahami dengan jelas karakter bangsa dengan nilai lokal yang bersumber dari Pancasila, UUD 1945, Kebhinnekaan dan Nilai-nilai persatuan.

"Bung Karno sebagai ahli strategi perjuangan berpesan agar pemimpin belajar memahami pengetahuan lain multi kompleks menyangkut ideologi politik, sosiologi, budaya selain juga masalah pertahanan dan keamanan. Hal-hal inilah yang hingga kini dijalankan di Lemhannas ini," jelas Agus Widjojo. (Ant)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Vicky Fadil

Bagikan Artikel: