Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

SBY Minta Maaf ke Jokowi? PDIP: Itu Wajar

SBY Minta Maaf ke Jokowi? PDIP: Itu Wajar Kredit Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta maaf ke Presiden Joko Widodo dan Jaksa Agung, M Prasetyo terkait cuitan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief. Hal itu, membuat PDIP angkat bicara.

Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno, mengatakan pihaknya sangat menghormati sikap yang diambil oleh Ketum Partai Demokrat itu. Sebab permintaan maaf yang tulus menjadi pelumas demokrasi yang sehat dan rasional.

"Kami menghormati sikap Pak SBY," katanya di Jakarta, Jumat (28/8/2018).

Ia juga menyoroti soal cuitan Andi Arief yang berawal dari pindahnya kader Demokrat ke NasDem. Andi Arief menuding eks Ketua DPD PD Sulut, Vicky Lumentut loncat ke NasDem karena tersandera kasus hukum. Ia menilai pernyataan Wasekjen PD yang ceplas-ceplos, menjadi pemikiran yang menyentak, namun ikut meramaikan panggung politik.

"Kami selalu memerintahkan kader kami untuk santun dalam berpolitik, mengarusutamakan narasi dan diksi yang cerdas, tidak menyakiti dan provokatif," jelasnya.

Meski begitu, Hendrawan mengingatkan, elite partai tetap harus mengedepankan etika dalam berpolitik. Cuitan Andi Arief bukan kali pertama menjadi kontroversi.

"Saya berharap hendaknya tetap menjaga fatsoen dan etika politik yang sedang sama-sama kita bangun," jelasnya.

Senada dengan itu, Ketua DPP PDIP lainnya, Andreas Hugo Pareira, menilai permintaan maaf SBY ke Jokowi adalah hal wajar. Sebab pernyataan Andi Arief sudah kelewatan dalam tudingannya ke Jokowi dan Jaksa Agung, M Prasetyo.

"Cuitan Andi Arief kebablasan, kalau mengaitkan Jokowi pindahnya kader PD ke NasDem. Ketidakmampuan PD membina kadernya menjadi kader yang loyal, menyalahkan Jokowi itu benar-benar keblinger," terangnya.

Olehnya itu, ia mengapresiasi sikap SBY. Juga berharap ke depan tak perlu ada tudingan lain dari pihak Demokrat ke Presiden Jokowi.

"Apresiasi kepada Pak SBY yang kali ini 'gentle man' meminta maaf pada Jokowi. Semoga ke depan tidak terjadi lagi," harapnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Irfan Mualim
Editor: Irfan Mualim

Tag Terkait: