Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mau Dibawa ke Mana Arah Kebudayaan Indonesia?

Mau Dibawa ke Mana Arah Kebudayaan Indonesia? Kredit Foto: Ferry Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kongres Kebudayaan Indonesia yang akan diselenggarakan pada 7-9 Desember 2018 bakal merumuskan strategi kebudayaan, kata Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid.

"Strategi kebudayaan merupakan kumpulan dari pokok-pokok pikiran dari seluruh daerah di Indonesia," katanya di Jakarta, Jumat.

Pada 4-6 November telah dilangsungkan Pra-Kongres Kebudayaan Indonesia untuk mengakomodasi diskusi sektoral 333 ahli dan pelaku budaya yang terbagi dalam 11 forum bidang budaya.

Rekomendasi-rekomendasi dari 11 forum tersebut akan melengkapi keseluruhan dari 24 forum dalam tahap penyusunan rekomendasi pemangku kepentngan kebudayaan untuk strategi nasional.

"Yang penting dari penyelenggaraan KKI 2018 ini adalah rasa kepemilikan yang tinggi. Ini karena basis data-data yang dihimpun adalah dari seluruh provinsi, kabupaten atau kota di Indonesia," kata Hilmar Aspirasi dari daerah-daerah diberikan ruang untuk menjadi penyusun strategi kebudayaan.

Ia menjelaskan hal tersebut yang membedakan penyelenggaraan KKI 2018 dengan sebelumnya. Hilmar Farid menegaskan bahwa proses pemajuan kebudayaan tidak selesai dalam tahap strategi kebudayaan.

Tahap berikutnya strategi kebudayaan setelah ditetapkan menjadi peraturan presiden (perpres) akan menjadi rujukan utama dalam penyusunan Rencana Pembangungan Jangka Menengah (RPJM) atau Rencana Pembangungan Jangka Panjang (RPJP).

Menurut Hilmar, hal itu menjadi penting karena RPJM-RPJP tersebut menjadi acuan program kerja pemerintah setiap tahun.

Dengan kata lain, ujarnya, kontribusi pemajuan kebudayaan untuk kemajuan umum adalah untuk membuat kebudayaan sebagai haluan pembangunan Indonesia.

Visi akhir dalam memajukan kebudayaan, menurut Hilmar, cukup sederhana, yakni menuju Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur. Misinya telah tertuang dalam Pembukaan UUD 45, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia.

Pada masa lampau misi itu berupa pertahanan dari ancaman-ancaman kedaulatan negara, yang sekarang dapat dikatakan kurang efektif.

Namun, pada era sekarang, kebudayaan memiliki posisi yang teramat penting. Posisi itu, bahwa ketahanan budaya melindungi segenap bangsa dari arus kebudayaan global.

Baca Juga: Gerindra Angkat Suara Terkait Kejelasan Prabowo Subianto di Pilpres 2024: Kita Sudah di Luar KIB dan PDIP

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: